BORNEONEWS, Barito Selatan - Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami) merupakan implementasi pemerintah untuk membangun karakter anak Bangsa. Agar karakter anak-anak muda jadi disiplin, tangguh, mandiri dan cekatan menjalin kehidupan berbangsa dan bernegara, Pemkab Barito Selatan selalu berupaya secara konsisten meningkatkan kualitas kepramukaan, agar mereka dapat menjadi teladan.
“Selain itu, agar mereka ini nantinya menjadi motivasi pelaksanaan kepramukaan yang bisa menjadi tolak ukur terhadap pendidikan,” kata Wakil Bupati Barito Selatan (Barsel), Satya Titiek Atyani Djoedir usai membuka Perjusami IV MTs se-Barito Selatan, di Pondok Pesantren Ahlussunnah Wal Jama’ah, kepada Borneonews, Jumat (2/9/2016).
Menurut Wakil Bupati Barsel, Satya Titiek Atyani Djoedir yang karib disapa Aty Djoedir, Perjusami juga merupakan upaya untuk menumbuhkan semangat dan rasa kebangsaan kepada generasi muda. Agar nantinya tercipta kader muda yang handal, profesional, dan bertekad baja. Dengan begitu lanjut dia, akan tergalang kebersamaan dan persatuan untuk mencapai suatu harapan menuju pribadi muda yang penuh prestasi dibawah naungan pendidikan Madrasah.
“Kegiatan perjusami merupakan pelatihan untuk menyamakan persepsi tentang kepramukaan, “ ucap dia.
Ia menjelaskan, hal ini merupakan mata rantai keberhasilan pelaksanaan kepramukaan di masing masing gugus depan agar tercipta generasi muda yang punya jiwa patriotisme, nasionalisme dan semangat membangun.
Karena pramuka merupakan suatu sitem pendidikan nonformal yang membantun serta melengkapi pendidikan formal dan pendidikan keagamaan khusunya pada Madrasah Tsanawiyah di Barsel ini.
“Gerakan pramuka wahana penting untuk membentuk watak dan kepribadian generasi muda. Serta untuk menempa ketrampilan dan pengetahuan, memupuk jiwa disiplin serta membina semangat kebersamaan,” jelas dia.
Ditempat yang sama, ketua umum panitia perjusami, Ahmad Syarifuddin mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar mereka nantinya bisa menjadi contoh atau teladan tentang kepramukaan yang baik.
“Yaitu untuk membangun karakter remaja yang cepat, tangkas, tangguh tepat dan efisien. Serta meningkatkan dan membangun jiwa kekompakan dan nilai kebersamaan,” bebernya.
Ia mengatakan, jumlah peserta 429 orang ditambah pendamping 54 orang. Total keseluruhannya berjumlah 438 orang. (Uriutu Djaper/N).








