KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kapuas nomor urut 2, Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim (Habib Banua) dan Tommy Saputra, tampil percaya diri dalam debat publik pertama Pilkada 2024 yang digelar di Kalawa Convention Hall Palangka Raya pada Sabtu, 26 Oktober 2024. 

Debat ini diselenggarakan oleh KPU Kapuas sebagai ajang untuk memaparkan visi dan misi para kandidat.

Dalam segmen pertama, Habib Banua memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan visi besar mereka, yakni “Kapuas Bangkit menuju masyarakat Maju dan Sejahtera.” 

Visi ini didukung oleh empat program utama yang akan menjadi fokus kerja pasangan tersebut jika terpilih.

“Visi kami adalah Kapuas Bangkit menuju masyarakat Maju dan Sejahtera, dengan empat program utama,” ungkap Habib Banua di depan peserta debat dan masyarakat yang menyaksikan secara langsung maupun melalui siaran televisi dan live streaming.

Program pertama yang mereka tawarkan adalah peningkatan infrastruktur, termasuk pembangunan jalan dan jembatan yang lebih baik, rumah sakit berstandar nasional, serta pemasangan 10.000 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Program kedua, lanjut Habib Banua, adalah memperkuat ekonomi lokal dengan optimalisasi sumber daya alam dan sumber daya manusia (SDA dan SDM). 

Upaya ini mencakup pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan pariwisata, yang diharapkan dapat memperkuat perekonomian Kabupaten Kapuas.

“Untuk program ketiga, kami fokus pada kesejahteraan masyarakat, melalui subsidi beras, BPJS gratis bagi warga ber-KTP Kapuas, beasiswa dari jenjang S1 hingga S3, serta kesempatan bagi santri untuk belajar di Al Azhar Mesir dan Tarim Hadramaut,” paparnya.

Program keempat yang diusung oleh pasangan ini adalah menciptakan lapangan kerja dengan memudahkan proses perizinan, serta pemberdayaan pemuda, perempuan, dan kelompok rentan agar lebih berdaya dalam pembangunan daerah.

Di akhir penyampaian visinya, Habib Banua menyadari keterbatasan waktu dalam debat ini yang membuatnya hanya bisa menyampaikan garis besar programnya. 

“Menyampaikan pembangunan Kapuas secara utuh tentu tidak bisa dalam waktu 2 menit, kami hanya menyampaikan garis besarnya saja. Semoga apa yang kami sampaikan dapat dipahami dengan jelas,” tutupnya. (DODI/H)