BORNEONEWS, Sampit – Debat kandidat pertama Pilkada Kotawaringin Timur (Kotim) yang saat ini masih berlangsung berjallan kondusif. Suasana semakin semarak saat tim pemenangan dari masing-masing pasangan calon (paslon) menyuarakan yel-yel untuk menyambut kedatangan jagoannya di panggung.
Dalam debat ini, setiap paslon memaparkan visi dan misi mereka, serta menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panelis secara bergiliran.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim, Muhammad Rifqi, menyatakan harapannya agar para kandidat mampu menyampaikan program-program yang dapat meyakinkan masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik bagi Kotawaringin Timur.
"Kami berharap pada debat ini, setiap paslon bisa menyampaikan visi, misi, dan program yang relevan untuk meyakinkan masyarakat dalam memilih pemimpin untuk lima tahun ke depan," ujar Rifqi.
Dalam debat kandidat tersebut tiga paslon beradu gagasan yaitu nomor urut 1 Halikinnor – Irawati, nomor urut 2 Sanidin – Siyono, nomor urut 3: Rudini – Paisal.
Sejumlah pertanyaan yang telah dijawab dan ditanggapi masing-masing paslon setelah 1 jam debat kandidat yaitu mengenai program CSR perusahaan sawit, infrastruktur jalan untuk mendukung layanan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, serta mengenai jaringan internet dimana sejumlah wilayah Kotim masih banyak blankspot.
"Jadikan kegiatan ini sebagai wadah silaturahmi antara paslon. Debat ini bukan untuk provokasi, melainkan sebagai media edukasi bagi masyarakat," tegasnya.
Debat pertama ini dimulai pukul 19.30 WIB dan disiarkan langsung oleh stasiun televisi lokal, Hayat TV dan Sampit TV. Selain itu, masyarakat dapat menyaksikan jalannya debat melalui live streaming di akun YouTube KPU TV Kotim dan Instagram @kpu_kotim.
Debat perdana kali ini mengangkat tema “Meningkatkan Pelayanan untuk Menyelesaikan Persoalan Daerah dalam Rangka Menyejahterakan Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur.”
Dengan tema tersebut, setiap kandidat diharapkan dapat memaparkan solusi konkrit atas berbagai masalah daerah sekaligus menawarkan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kotim. (DEWI PATMALASARI/H)









