SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Debat kandidat pasangan calon (paslon) Pilkada Kotawaringin Timur (Kotim) sempat mengalami jeda pada segmen kelima yang berisi sesi tanya jawab antar pasangan calon. Ketua KPU Kotim, Muhammad Rifqi, memberikan penjelasan terkait kendala tersebut.

“Tadi ada sedikit kendala, itu hanya kesalahan komunikasi saja karena ini melibatkan tiga paslon. Tim-tim mereka sempat mempertanyakan hal ini kepada kami, dan kami berusaha menjelaskan. Pada intinya, semua bisa diselesaikan, dan seluruh paslon dapat menerima kesalahan kecil tersebut,” kata Rifqi, Sabtu, 26 Oktober 2024.

Menurut Rifqi, permasalahan terjadi saat sesi tanya jawab antar pasangan calon. Ada paslon yang menerima pertanyaan lebih dari satu kali, ada yang baru satu kali dan ada yang belum mendapat giliran. Namun, situasi tersebut telah dimaklumi oleh semua pihak, dan inti dari segmen tanya jawab sudah terpenuhi.

Dalam jeda yang cukup lama tersebut masing-masing tim pemenangan memanfaatkan momen untuk adu yel-yel. Di tengah-tengah suara riuh tersebut, paslon nomor urut 3 Rudini-Paisal turun panggung dan nampak berdiskusi dengan tim.

Sementara paslon nomor urut 1 Halikinnor-Irawati dan paslon nomor urut 2 Sanidin-Siyono tampak saling mendekat serta berbincang akrab meski dalam suasana debat.

"Kita lihat semua paslon menerima dan memahami bahwa tujuan segmen tersebut sudah tercapai," ujar Rifqi.

Rifqi menegaskan secara umum pelaksanaan debat kandidat pertama ini berjalan lancar. Para pasangan calon berhasil menyampaikan visi, misi, dan program mereka sebagai bentuk komitmen untuk memimpin Kotim selama lima tahun ke depan.

“Kami berharap masyarakat yang menyaksikan debat ini bisa menjadikannya sebagai pembelajaran politik sekaligus bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan. Yang paling penting, kami ingin masyarakat menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 27 November 2024,” katanya. (DEWI PATMALASARI/R)