BORNEONEWS, Sampit – Calon Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) nomor urut 1, Halikinnor, menegaskan keberhasilan pemerintahannya dalam membangun infrastruktur, meski dihadang pandemi COVID-19 dan periode yang sempit.
Dalam debat kandidat Pilkada Kotim yang berlangsung Sabtu, 26 Oktober 2024, Halikinnor memaparkan pencapaian pembangunan selama masa jabatannya dan rencana pengembangan lebih lanjut.
Halikinnor menjelaskan pemerintahan Harati, yang dipimpin olehnya dan wakilnya Irawati, langsung dihadapkan pada tantangan besar saat dilantik, yaitu pandemi COVID-19.
“Selama kurang lebih dua tahun kami fokus menangani dampak pandemi. Namun, di tengah kondisi sulit tersebut, kami tetap menjalankan pembangunan,” kata Halikinnor.
Ia merinci capaian pembangunan infrastruktur selama masa pemerintahannya. Sebanyak 42 ruas jalan telah dibangun dengan total panjang 184,6 kilometer, sementara 290 gang telah diperbaiki dengan panjang keseluruhan 28,3 kilometer.
Tak hanya itu, lima jembatan kerangka baja dengan bentang rata-rata 30 meter juga berhasil dibangun untuk memperlancar konektivitas wilayah.
“Kondisi keuangan daerah memang terbatas, tapi dengan koordinasi yang baik dengan pemerintah provinsi dan pusat, kami berhasil membangun hingga ke wilayah Antang Kalang. Sekarang masyarakat bisa merasakan jalan beraspal berkat komunikasi dan sinergi yang kami bangun dengan pemerintah di tingkat lebih tinggi,” ujarnya.
Halikinnor menegaskan infrastruktur akan tetap menjadi prioritas utama jika dirinya terpilih kembali sebagai Bupati Kotim. Menurutnya, akses jalan yang baik sangat penting untuk mendukung berbagai sektor lain, seperti ekonomi dan pendidikan.
“Memang masih ada beberapa titik yang perlu ditingkatkan. Tapi, kami berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan ini dan memastikan semua daerah bisa merasakan manfaat infrastruktur yang memadai,” katanya.
Keberhasilan pembangunan di masa sulit ini, lanjut Halikinnor, tidak lepas dari kerjasama dan komunikasi yang baik dengan pemerintah provinsi dan pusat.
“Kemampuan kami dalam berkoordinasi dan membangun hubungan dengan berbagai pihak menjadi kunci sukses. Meski pandemi melanda, kami tetap bisa mewujudkan infrastruktur berkualitas untuk masyarakat,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









