BORNEONEWS, Sampit - Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami inflasi 0,56% pada Agustus 2016, Itu terjadi karena kenaikan harga pada kelompok pengeluaran. Sektor pendidikan, rekreasi dan olahraga menyumbang inflasi tertinggi sebesar 5,48%.
Sementara sektor perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,57%; makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,31%; kesehatan 0,23; serta bahan makanan 0,21%.
"Sementara untuk dua kelompok pengeluaran lainnya yakni transportasi, komunikasi, jasa keuangan 0,25% dan sandang 0,04%," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sampit Herry, Jumat (2/9/2016).
Naiknya inflasi tersebut banyak disebabkan oleh jenis komoditas, yakni Sekolah Menengah Pertama (SMA), Sekolah Dasar (SD), ikan selar, daging ayam ras, akademi atau perguruan tinggi, kontrak rumah, ikan tongkol, ayam bakar, tarif pulsa ponsel, dan juga cabai rawit.
"Memang komuditas pendidikan memberikan andil inflasi tertinggi, disamping komuditas lainnya seperti ayam ras. Sedangkan untuk komoditas angkutan udara, ikan segar, dan sayur-sayuran memberikan andil terhadap deflasi," kata Herry.
Untuk tingkat inflasi pada Agustus ini lebih rendah dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya. Sedangkan dalam setahun terakhir, inflasi bulanan di Kota Sampit cukup berfluktuasi, dengan inflasi tertinggi terjadi pada Desember 2015 lalu. Walaupun masih belum normal, namun inflasi di daerah ini terdapat indikasi penurunan indeks harga selama Agustus 2016.
Sementara untuk tingkat inflasi pada sembilan kota di Kalimantan, Sampit berada di posisi kedua dibawah Singkawang 0,78%, dan diatas Pontianak 0,41%, Samarinda 0,39, Palangka Raya 0,12%, Banjarmasin 0,07%, Balikpapan -0,18%, Tarakan -0,48%, serta Tanjung -0,53%. (M HAMIM/m)








