BORNEONEWS, Lamandau - Jalannya aktivitas perekonomian warga yang berada di Kecamatan Suling Tambun, rupanya tak hanya bergantung di propinsi tetangga seperti Kalimantan Barat (Kalbar), yakni pada daerah Pinuh Kabupaten Melawi. Namun aktivitas perekonomian warga penghuni kecamatan paling utara ujung Kabupaten Seruyan itu juga berinteraksi bersama masyarakat Kabupaten Lamandau.
Seperti aktivitas perekonomian yang sekarang masih dilakoni oleh warga Desa Tumbang Langkai, yang merupakan wilayah ibukota Kecamatan Suling Tambun. Sebagian warga desa itu, sudah lama berhubungan langsung dengan masyarakat Lamandau untuk melakukan aktivitas jual-beli barang kebutuhan sehari-hari seperti pemenuhan sembako.
“Saat musim kemarau begini, jarak tempuh perjalanan dari Tumbang Langkai menuju (memasuki) wilayah Lamandau, hanya sekitar kurang lebih satu jam perjalanan dengan kendaraan. Akses jalan yang dilewati, merupakan jalan poros perusahaan perkayuan PT Hutanindo. Panjang jalan yang harus dilewati itu sepanjang sekitar 40 kilometer dari pusat Desa Tumbang Langkai,” kata Suwen Nihal (37), warga Tumbang Langkai saat dibincangi Borneonews di halaman kantor Disdukcapil Seruyan, Jumat (2/9).
Suwen yang sedang melakukan pengurusan administrasi kependudukan pada kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil itu melanjutkan, saat ini kondisi jalan penghubung yang dilalui dari Tumbang Langkai ke wilayah pemukiman Lamandau, masih berupa jalan latrit yang belum teraspal.
“Kalau musim kemarau yang terjadi saat ini, jalannya palingan agak berdebu. Tapi kalau musim penghujan, ada sebagian yang mengalami kerusakan kecil, seperti jalannya bergelombang. Tapi itu tidak masalah, yang penting tetap memberikan kemudahan bagi kita sebagai warga disana untuk berbelanja ke Lamandau. Ketimbang harus ke daerah tujuan lain di Seruyan yang jaraknya dinilai lebih jauh,” ungkap dia.
Suwen menambahkan, jalan poros perusahaan Hutanindo yang dimanfaatkan menuju Kabupaten Lamandau, merupakan akses jalan utama bagi warga Desa Suling Tambun dan warga desa sekitarnya untuk memperlancar aktivitas perekonomian warga di sana.
“Ada sih jalan penghubung yang dibangunkan Pemkab Seruyan, utamanya baru sebatas penghubung antar kecamatan dan desa. Tapi kondisi badan jalannya sekarang masih butuh penanganan lanjutan, karena belum terbangun maksimal,” ujar Suwen.
Sementara itu, seorang mantan Camat Suling Tambun yang pernah bertugas di kecamatan itu namun tak mau disebutkan namanya, membenarkan, jika akses jalan dari wilayah Desa Tumbang Langkai menuju Kabupaten Lamandau dulu sering digunakan warga untuk berbelanja barang kebutuhan.
"Ya benar, sebagian warga di sana dominannya dulu memilih berbelanja ke daerah Lamandau. Alasan mereka, karena jarak tempuhnya tidak terlalu jauh,” kata mantan camat itu yang sekarang aktif menjabat sebagai seorang Kepala Bagian (Kabag) di Sekretaris Daerah Seruyan. (PARNEN/m)








