BORNEONEWS, Sampit – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) nomor urut 3 Rudini-Paisal menegaskan komitmennya untuk mengatasi permasalahan blankspot di desa dan kecamatan.
Dalam debat kandidat Pilkada Kotim, Sabtu, 26 Oktober 2024, mereka memaparkan rencana strategis dengan memanfaatkan teknologi Starlink untuk memastikan akses internet merata di seluruh wilayah Kotim.
Paisal menyoroti lambatnya perkembangan internet di sejumlah wilayah akibat berbagai kendala, termasuk masalah korupsi di Kementerian Kominfo.
“Fakta di lapangan masih banyak desa dan kecamatan yang belum tersentuh jaringan internet. Jika kita hanya menunggu program dari Kementerian, masalah ini tidak akan selesai,” kata Paisal.
Pihaknya akan mengambil langkah cepat dengan memberikan bantuan internet berbasis Starlink di setiap kecamatan dan desa.
“Starlink adalah salah satu solusi efektif untuk menjangkau daerah terpencil. Selain itu, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo agar proyek yang tertunda segera diselesaikan,” kata Paisal.
Rudini, calon Bupati Kotim nomor urut 3, menekankan bahwa jika mereka dipercaya memimpin Kotim, masalah blankspot akan diatasi dalam waktu lima tahun.
“Kami berjanji tidak akan ada lagi desa dan kecamatan di Kotim yang blankspot. Selain teknologi Starlink, kami juga akan mempercepat pembangunan menara telekomunikasi di titik-titik krusial yang selama ini sangat dibutuhkan,” jelas Rudini.
Rudini menegaskan konektivitas internet tidak hanya mendukung pendidikan dan komunikasi, tetapi juga meningkatkan layanan publik dan ekonomi daerah.
"Dengan jaringan internet yang memadai, pelayanan pemerintah dan komunikasi antarwarga akan lebih cepat dan efisien," katanya. (DEWI PATMALASARI/R)









