BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya saat ini tengah menghadapi risiko kebakaran yang tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, berdasarkan hasil deteksi dini melalui Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (PERISAI).
Berdasarkan data PERISAI per tanggal 27 Oktober 2024, tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah di Kota Palangka Raya tergolong sangat tinggi, ditandai dengan warna merah pada peta risiko.
Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi kebakaran sangat besar dan perlu diwaspadai oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Tingkat kemudahan terbakar yang tinggi ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi cuaca yang kering, angin kencang, dan banyaknya lahan kosong yang mudah terbakar," jelas Heri Fauzi, Minggu 27 Oktober 2024.
BPBD Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menghindari pembakaran sampah atau lahan di area terbuka.
- Selalu memastikan sumber api dimatikan dengan benar setelah digunakan.
- Menyediakan alat pemadam kebakaran di rumah atau tempat usaha.
- Melaporkan segera jika terjadi kebakaran atau melihat potensi bahaya kebakaran.
"Masyarakat juga dapat mengakses website Perisai di alamat bpbd.palangkaraya.go.id/perisai untuk mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan deteksi dini kebakaran di Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/R)









