PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kementerian Keuangan melalui Badan Layanan Umum, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BLU BPDPKS mengadakan pertemuan rutin di kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan PT. Pertamina Patra Niaga Bau-Bau dari tanggal 22 hingga 25 Oktober 2024.

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam program mandatori Biodiesel, termasuk perwakilan dari pemerintah daerah, industri kelapa sawit, dan akademisi.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Penyaluran Dana BPDPKS, Zaid Burhan memaparkan perkembangan terbaru dari program mandatori Biodiesel yang telah berjalan.

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil," katanya dalam rilis pada Minggu, 27 Oktober 2024.

Selain itu, katanya, program ini juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi industri kelapa sawit nasional.

"Salah satu topik utama yang dibahas adalah peningkatan kapasitas produksi biodiesel di Indonesia," tuturnya lagi.

Para peserta pertemuan sepakat bahwa perlu adanya investasi lebih lanjut dalam infrastruktur dan teknologi untuk mendukung produksi biodiesel yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas biodiesel yang dihasilkan.

"Selain aspek teknis, pertemuan ini juga membahas tantangan regulasi dan kebijakan yang dihadapi oleh industri biodiesel," tuturnya.

Para pemangku kepentingan berdiskusi mengenai langkah-langkah yang dapat diambil untuk mempercepat implementasi kebijakan yang mendukung penggunaan biodiesel, termasuk insentif bagi produsen dan konsumen biodiesel.

"Pertemuan ini juga menjadi ajang untuk berbagi pengalaman dan best practices dari berbagai daerah di Indonesia yang telah berhasil mengimplementasikan program biodiesel," jelas Zaid.

Para peserta berharap bahwa dengan adanya kolaborasi dan koordinasi yang baik, program mandatori Biodiesel dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi perekonomian dan lingkungan.

Secara keseluruhan, pertemuan rutin BPDPKS di Bau-Bau ini menunjukkan komitmen pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan biodiesel di Indonesia. Dengan terus melakukan evaluasi dan perbaikan, diharapkan program ini dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)