BORNEONEWS, Sampit – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) nomor urut 1, Halikinnor-Irawati, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan layanan kesehatan gratis melalui BPJS Kesehatan bagi masyarakat.
"Pada tahun 2024 pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp57 miliar untuk mendukung sektor kesehatan masyarakat. Anggaran ini kami siapkan agar masyarakat, khususnya yang kurang mampu, tetap mendapatkan akses kesehatan tanpa hambatan. Program ini sudah berjalan dan manfaatnya nyata dirasakan warga,” kata Halikinnor pada debat kandidat pertama Pilkada Kotim, Sabtu, 26 Oktober 2024.
Halikinnor menyebutkan, pihaknya akan terus mengoptimalkan pemanfaatan BPJS Kesehatan agar seluruh warga dapat terlayani. Bahkan, Pemkab Kotim telah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk melakukan jemput bola dalam perekaman KTP di kecamatan-kecamatan hingga tingkat kota. Ia memastikan setiap warga memiliki identitas kependudukan agar dapat mengakses layanan kesehatan gratis.
“Kalau ada yang ditolak untuk layanan BPJS, itu mungkin satu atau dua orang saja dari ribuan penerima. Kami sudah memerintahkan rumah sakit dan Disdukcapil untuk mempercepat proses administrasi seperti KTP yang mati atau kendala lainnya agar masyarakat mudah mengurus BPJS,” ujar Halikinnor.
Untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan, ia berulang kali meminta rumah sakit mengutamakan pelayanan, sehingga administrasi dapat dilakukan setelah pasien tertangani dengan baik. Halikinnor juga menegaskan jika ditemukan ada penolakan, masyarakat dipersilakan melapor langsung kepada bupati.
“Saya sudah sampaikan kepada masyarakat, jika ada kendala, sebutkan nama saya. Kami pastikan BPJS mereka akan segera diurus. Tidak ada alasan bagi warga Kotim untuk tidak mendapatkan perawatan karena semua sudah ditanggung pemerintah daerah,” katanya.
Halikinnor menjelaskan Kotim telah menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) atas komitmen memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan bagi warganya. Predikat tersebut menjadi bukti bahwa anggaran puluhan miliar menjamin seluruh warga Kotim yang membutuhkan layanan kesehatan akan dilindungi secara gratis melalui BPJS.
“Kesehatan masyarakat adalah prioritas kami. Kami tidak ingin ada warga yang tidak berobat ketika sakit. Pemerintah hadir untuk memastikan seluruh masyarakat tetap sehat,” pungkas Halikinnor. (DEWI PATMALASARI/J)









