BORNEONEWS, Sampit – Calon Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) nomor urut 1, Halikinnor, menekankan pentingnya penanganan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja baru. Meskipun masalah kemiskinan merupakan tantangan nasional, ia menjelaskan sejumlah langkah konkret yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kotim.
Halikinnor menjelaskan, salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah membuka peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Terowongan Nur Mentaya yang telah diresmikan pada Sabtu, 10 Desember 2022 berhasil mendorong hampir 500 UMKM untuk menjalankan usaha. Bahkan menerima apresiasi dari Bank Indonesia (BI) karena telah menumbuhkan kawasan ekonomi baru pasca pandemi COVID-19.
Selain itu, kegiatan Car Free Day di taman kota juga menjadi wadah ekonomi kreatif bagi masyarakat untuk berjualan dan berinteraksi.
Untuk mendukung sektor agribisnis, Pemkab Kotim bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sedang membangun pabrik pengolahan pakan ternak di Kecamatan Parenggean. Halikinnor menyatakan bahwa proyek ini akan menciptakan banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, pabrik pakan ikan di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, akan segera diresmikan pada Hari Jadi Kotim tahun 2025.
“Dengan beroperasinya pabrik ini, harga pakan ikan yang sebelumnya berkisar Rp14.000 hingga Rp16.000 per kilogram akan turun menjadi Rp6.000 hingga Rp7.000. Ini akan membantu para pembudidaya ikan di Kotim untuk menekan biaya produksi dan mereka akan maraup untung lebih,” kata Halikinnor saat debat kandidat pertama Pilkada Kotim, Sabtu, 26 Oktober 2024.
Lanjutnya, pihaknya juga telah mendapatkan izin untuk mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Fasilitas ini akan memastikan nelayan bisa mendapatkan BBM langsung dengan harga nasional, tanpa harus bergantung pada penjual tidak resmi (pelangsir).
“Kami juga sedang membangun pabrik es balok untuk mendukung nelayan. Selama ini, banyak nelayan tidak bisa melaut karena harus antre menunggu es balok. Dengan adanya pabrik ini, operasional mereka akan lebih lancar,” jelas Halikinnor.
Halikinnor menegaskan bahwa seluruh inisiatif ini bertujuan menciptakan lapangan kerja dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Semua langkah ini bukan hanya untuk menangani kemiskinan, tetapi juga untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Kotim dalam jangka panjang. (DEWI PATMALASARI/J)









