PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Harga bahan komoditas berbagai jenis macam cabai di Kabupaten Pulang Pisau mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Jenis cabai tersebut meliputi, cabai rawit, cabai hijau, cabang keriting dan cabai tiung.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Rositah, salah seorang pedagang sayur di pasar harian patanak yang mengatakan harga berbagai jenis macam cabai mengalami penurunan yang sebelumnya berada di harga Rp80 ribu - Rp100 ribu kg.

"Sekarang harga cabai anjlok pak, kalau untuk sekarang harga cabai dari Rp25 ribu sampai Rp30 ribu tergantung dari harga jual petani tempat kami mengambil," ucap Rositah, Senin, 28 Oktober 2024.

Ia menjelaskan, sampai saat ini dirinya tidak mengetahui apa penyebab anjloknya harga beberapa jenis cabai dalam beberapa bulan terakhir. Murahnya harga cabai, tentu sangat berpengaruh daya jual.

"Sekarang kan harga murah, selain saya kan banyak pedagang yang lain dengan stok cabai berlimpah dan secara otomatis dengan cabai yang berlimpah ini ada pedagang cabai yang mengalami kerugian akibat cabai yang kering dan busuk karena tidak lalu," jelasnya.

Untuk harga sembako lainnya terbilang masih sangat stabil, seperti bawang merah perkilonya di harga Rp40 ribu, tomat Rp15 ribu dan bawang putih Rp50 ribu sampai Rp60 ribu.

Sementara itu, salah seorang petani cabai di wilayah Kecamatan Kahayan Hilir, Desa Handil Balimau, Supardi mengatakan saat ini stok cabai di Kabupaten Pulang Pisau sangat melimpah ruah. Banyak petani yang menanam cabai, karena waktu tanam sampai panen hanya berkisar 2 sampai 3 bulan saja.

Lebih lanjut, hal tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap daya jual cabai saat ini. Semula, dirinya selaku petani memasok cabai ke pasar-pasar dengan harga kisaran Rp50 ribu sampai Rp70 ribu perkilonya dengan berbagai macam jenis cabai.

"Kalau saat ini mas, harga cabai bisa dibilang anjlok ya karena cabai melimpah. Dan untuk harga saat ini, berkisar dari Rp15 ribu sampai Rp20 ribu perkilonya," tutup Supardi. (M PRADILA KANDI/j)