PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Satuan Pendidikan Non Formal (PNF) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengikuti sosialisasi kurikulum merdeka yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Senin, 28 Oktober 2024.

Kegiatan diikuti puluhan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Arut Selatan, Kumai, Pangkalan Banteng, dan Pangkalan Lada dengan fokus memberikan materi terkait tata kelola data ekosistem teknologi untuk pendidikan. 

Plt Kadisdikbud Kobar, Jamri melalui Kepala Bidang Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Non Formal, Aliyah mengatakan, anak-anak yang putus sekolah bisa melanjutkan belajarnya pada pendidikan non formal. 

Disampaikan oleh Aliyah, bahwa masih banyak anak-anak yang putus sekolah di Kabupaten Kobar. "Kalau saat ini kita masih dalam pendataan ya, kalau posisi saat (sejauh ini) yang sudah kita tampung di PKBM rata-rata hampir dua ribuan," katanya. 

Meski begitu, lanjutnya, masih ada anak-anak lainnya yang belum terdata oleh Disdikbud Kobar sendiri. Ia pun mengatakan, pihaknya terus berupaya mencari anak yang putus sekolah.  

--page

"Karena yang masuk sekolah saat ini kurang lebih 50 persen saja, ini juga PR buat kami untuk bisa menyelesaikan tugas ini, kamu bekerja sama dengan seluruh aparat desa," ujarnya. 

Dengan bimbingan teknis ini, anak yang telah belajar di PKBM di Kobar tersebut, bisa mendapatkan hak belajarnya yang sama dari Kurikulum Merdeka dengan sekolah formal lainnya, baik mengikuti kelas paket B maupun paket C. (NURITA/Y)