KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Menindaklanjuti upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio, Kabupaten Kapuas akan melaksanakan Outbreak Response Assessment (OBRA) oleh tim independen global. 

OBRA ini bertujuan untuk menilai kesiapan respons imunisasi dan surveilans dalam mendeteksi serta menghentikan penyebaran virus polio, serta mengidentifikasi kebutuhan dalam mengatasi kesenjangan yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan menyampaikan bahwa kegiatan OBRA direncanakan berlangsung pada minggu keempat November 2024 hingga minggu pertama Desember 2024. 

Sebagai bagian dari persiapan, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menempatkan konsultan internasional di beberapa provinsi, termasuk Kalimantan Tengah, sesuai surat Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI.

Kunjungan konsultan internasional WHO, Dr. Rajendra Kumar Singh, di Kalimantan Tengah khususnya Kabupaten Kapuas sudah dilaksanakan pada 24-26 Oktober 2024.

--page

"Dalam kunjungan tersebu Dr. Rajendra membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dan puskesmas dalam mempersiapkan penilaian di enam area, meliputi perencanaan dan koordinasi penanggulangan KLB Polio, kualitas surveilans AFP, kualitas pelaksanaan PIN Polio, performa imunisasi rutin, komunikasi dan sosial mobilisasi, serta manajemen vaksin (nOPV2)," kata dr Tonun, Senin, 28 Oktober 2024.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 24 Oktober 2024 dengan pertemuan terbatas antara Dr. Rajendra dan Kepala Dinas Kesehatan Kapuas beserta jajaran, membahas persiapan pelaksanaan kegiatan pada hari berikutnya. 

Pada 25 Oktober 2024, sesi pagi diisi dengan pertemuan bersama tiga perwakilan puskesmas (Puskesmas Melati, Anjir Serapat, dan Palingkau), yang terdiri dari kepala puskesmas, pengelola program imunisasi, serta pengelola program surveilans. 

Sesi siang dilanjutkan dengan Rapid Convenience Assessment (RCA) di Kelurahan Selat Utara untuk menilai cakupan imunisasi PIN Polio. Kemudian, kunjungan direncanakan ke salah satu puskesmas di Kabupaten Kapuas. 

Diharapkan dengan pendampingan dari konsultan internasional ini, Kabupaten Kapuas dapat mempersiapkan penilaian OBRA dengan baik, mencapai cakupan imunisasi PIN Polio yang optimal, dan meningkatkan kualitas surveilans di daerah.

"Kami berharap pendampingan ini dapat membantu kami dalam mempersiapkan segala aspek penilaian sehingga pelaksanaan OBRA dapat berjalan dengan lancar dan efektif," ujarnya. (DODI/Y)