BORNEONEWS, Sampit - Upaya untuk membujuk warga Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur yang berada di pesisir pantai agar mau direlokasi masih belum berjalan lancar. Warga yang rumahnya masih utuh dan tidak tergerus abrasi masih ingin mempertahankan tempat tinggalnya dan tidak ingin pindah ke tempat relokasi yang sudah disediakan pemerintah.
“Mediasi dari rumah ke rumah sudah kita lakukan, yang mau pindah mereka yang rumahnya terkena abrasi. Yang tidak mau mereka punya tanah dan rumah yang masih utuh, apalagi rumahnya besar,” kata Pelaksana Tugas Kepala Desa Ujung Pandaran, Aswi Nur, Jumat (2/9/2016).
Bukan hanya itu, kendala lain yang harus diprogramkan dalam pembangunan pemerintah daerah, adalah melengkapi sarana dan prasarana di kawasan relokasi. Sehingga dengan adanya upaya pemerintah yang memberikan fasilitas yang dibutuhkan warga, tidak menutup kemungkinan masyarakat akan mau dibujuk untuk menempati lokasi baru tersebut.
“Masing-masing SKPD menyampaikan permasalahan tentang sarana dan prasarana pendukung, karena jika di sana tidak dipenuhi maka masyarakat pun pasti akan enggan pindah. Makanya kita minta SKPD terkait untuk memprogramkan di tahun 2017. Misalnya peningkatan jalan, irigasi supaya kapal para nelayan bisa masuk. Membangun dermaga tambat termasuk fasilitas listrik,” kata Asisten II Setda Kotawaringin Timur Halikinnoor.
Bukan hanya sarana fisik, namun kelengkapan dokumen juga akan diupayakan diselesaikan, sehingga ke depannya tidak ada lagi masalah yang muncul ketika kawasan relokasi itu di fungsionalkan.
“Termasuk juga hal lain kelengkapan dokumen seperti amdal, IMB dan juga sertifikat tanahnya akan kita selesaikan,” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap meminta kepada tim, terkait sulitnya warga untuk dibujuk agar mau di relokasi. Camat dan kepala desa setempat juga ditekankan untuk mengintensifkan sosialisasi ke masyarakat bahwa pemerintah telah menyiapkan fasilitas untuk mereka.
“Karena tempat tinggal mereka yang sekarang sangat rawan, walaupun yang rumahnya terkena abrasi sudah siap pindah. Kita harap dengan pendekatan yang baik bisa membujuk masyarakat disana untuk ikut pindah,” katanya. (RAFIUDIN/m)








