BORNEONEWS, Nanga Bulik - Panitia Festival Babukung menyatakan bahwa untuk rencana ekspose dan audiensi di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI berkaitan rencana penyelenggaraan Festival Babukung 2016 di Kabupaten Lamandau, masih menunggu jawaban dari pihak kementerian.

"Untuk surat undangan sekaligus permohonan membuka kegiatan Festival Babukung 2016 kepada Menteri Pariwisata RI Arief Yahya sudah kami sampaikan awal pekan ini. Kini, kami masih menunggu konfirmasi atau jawabannya dari pihak kementrian," ungkap Ketua Panitia Pelaksana Fetival Babukung 2016, FX. Perwiragato, saat dikonfirmasi Borneonews, Jumat (2/9/2016).

Ia juga berharap, panitia festival bersama-sama pemkab dan DAD (Dewan Adat Dayak) Lamandau mendapat kesempatan untuk menggelar ekspose atau audiensi perihal kegiatan Festival Babukung ini di Kementerian Pariwisata.

Sehingga, katanya, Kementerian Pariwisata dapat mengetahui bahkan memahami kegiatan Budaya Asli Dayak ini secara utuh, serta selanjutnya dapat turut serta membantu untuk mengenalkan serta mempromosikan warisan budaya lokal Dayak tersebut di kancah nasional dan bahkan internasional.

"Tentu kita berharap kita bisa langsung ekspose, sehingga pak Menteri Pariwisata mendapatkan penjelasan secara utuh tentang apa itu tradisi Tari Babukung (Tari Hantu/Tari Kematian). Terlebih, diakui atau tidak, sebelum kembali hidupkan dengan bentuk sajian budaya di Lamandau mulai tiga tahun silam, tradisi ini merupakan tradisi produk asli leluhur masyarakat Dayak yang hampir punah," katanya.

Lebih dari itu, pria yang hangat disapa Gato tersebut, mengungkapkan bahwa seperti rencana semula kegiatan festival Babukung 2016 akan digelar pada 28-30 Oktober 2016. Namun demikian, dari jauh-jauh hari pihaknya telah mulai mempublikasi dan menyebar pemberitahuan perihal kegiatan yang akan digelar.

Termasuk, katanya, menjajaki kerjasama dengan media online terbesar di Kalteng yakni Borneonews.co.id, yang juga berafiliasi dengan Surat Kabar Harian (SKH) Borneonews. (HENDI NURFALAH/m)