KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kaouas - Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan mata melalui ujicoba pengembangan Vision Center, sebuah layanan kesehatan mata terintegrasi di fasilitas pelayanan kesehatan primer. 

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan di delapan provinsi, termasuk Provinsi Kalimantan Tengah, dengan Kabupaten Kapuas sebagai salah satu lokasi pelaksanaannya.

Sebagai langkah awal dalam ujicoba ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas sudah mengadakan serangkaian kegiatan berupa On the Job Training (OJT) dan rapat koordinasi.

Kegiatan OJT dilaksanakan di aula UPT Puskesmas Melati, dihadiri oleh 30 tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat dari 12 Puskesmas di wilayah Kapuas. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, membuka acara ini dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI).

Ia menekankan pentingnya deteksi dini kesehatan mata melalui berbagai layanan seperti di sekolah, Posyandu, dan Posbindu. Ia juga menyoroti perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat yang berpengaruh pada kesehatan mata. 

"Bagi penderita diabetes, pengendalian yang buruk dapat menyebabkan komplikasi serius seperti katarak, glaukoma, dan bahkan kebutaan,"katanya, Senin, 28 Oktober 2024.

Selain pelatihan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas juga menyelenggarakan rapat koordinasi pada hari berikutnya di aula Dinas Kesehatan. 

Rapat ini dipimpin oleh dr. Tonun Irawaty Panjaitan dan dihadiri oleh tim dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, serta organisasi profesi seperti PERDAMI, Iropin, dan Gapopin. 

Rapat ini untuk mensosialisasikan konsep Vision Center serta menyusun langkah-langkah implementasi agar ujicoba dapat berjalan dengan efektif di lapangan.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan ujicoba ini. 

"Sinergi dan kerja sama antar pihak sangat diperlukan agar pengembangan Vision Center dapat berhasil dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya. 

Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut demi tercapainya peningkatan kualitas layanan kesehatan mata di Kabupaten Kapuas. (DODI)