PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kalimantan Tengah mencatatkan inflasi sebesar 1,45%, menempatkannya sebagai provinsi dengan inflasi terendah kedelapan di Indonesia.

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menyampaikan pencapaian ini dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi 2024 yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Rakor ini diadakan secara virtual dan diikuti Yuas dari Kantor Gubernur Kalteng di Palangka Raya.

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa inflasi nasional masih dalam batas yang ditargetkan oleh pemerintah pusat, yaitu 2,5% ± 1%. Pada minggu keempat Oktober 2024, beberapa komoditas yang mendapat perhatian khusus di berbagai daerah termasuk bawang merah, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan jagung, karena pergerakan harga yang mempengaruhi tingkat inflasi di beberapa wilayah.

Menurut Tito, stabilitas inflasi Indonesia menjadi penting karena negara ini juga berperan sebagai produsen dan bukan hanya konsumen. “Negara kita perlu mencapai keseimbangan untuk memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus menjaga kepentingan produsen,” jelasnya.

Yuas Elko mengungkapkan bahwa kondisi inflasi di Kalimantan Tengah saat ini masih aman. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah berkomitmen mendukung pengendalian inflasi, terutama dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok,” ungkap Yuas.

Langkah pengendalian ini diupayakan melalui koordinasi antara instansi terkait untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan.

Rakor ini juga dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, perwakilan instansi vertikal, dan sejumlah Kepala OPD terkait, yang semua sepakat untuk terus berupaya menjaga stabilitas harga di Kalimantan Tengah demi kenyamanan masyarakat di wilayah ini. (*/J)