BORNEONEWS, Palangka Raya - Sopir mobil hitam yang sempat kabur pascabertabrakan dengan pengendara Satria F KH 8430 BP hingga mengakibatkan satu nyawa melayang, akhirnya menyerahkan diri. Sopir itu bernama Margunawan, 32, warga RT 001, Desa Parempei, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas.
Dia datang ke Unit Laka Polres Palangka Raya pukul 15.30 WIB, didampingi mertuanya yang sebelumnya ikut dalam mobil, Dius, 71, dan Ketua Umum Lembaga Swasdaya Rakyat (LSR) Laskar Pembela Masyarakat Tertindas (LPMT) Kalteng Gatis, Jumat (2/9/2016).
Menurut Margunawan, peristiwa bermula ketika dia bersama keluarganya dengan total sembilan orang hendak pulang ke desanya, usai melayat keluarganya yang meninggal dunia di Buntok, Kabupaten Barito Selatan.
Sebelum kejadian, lanjutnya, dia yang berkendara arah Palangka Raya - Kasongan, berada di bagian tengah. Di depannya ada truk sedangkan belakang ada bus.
Kemudian dari arah berlawanan dan persis disampingnya terdapat sebuah mobil. "Tiba-tiba pengendara motor itu langsung membelok ke bagian lajur aku. Terus terjadi tabrakan," katanya.
Margunawan membantah jika disebut tabrak lari. Menurutnya, 10 meter dari TKP, dia sudah hendak berhenti. Namun melihat sopir bus dan truk menunjuk ke arahnya apalagi warga juga akan mendatangi, dia langsung tancap gas.
"Saya merasa takut karena banyak warga. Tidak ke Polsek (Polsek Bukit Batu) karena tidak kepikiran lagi. Panik dan takut diamuk warga," bebernya.
Sementara itu, Dius mengamini hal tersebut. Menurut Dius, menantunya itu sudah di posisi yang benar. "Saya kaget. Tiba-tiba dia (pengendara motor) langsung belok ke kanan. Saya trauma sekali," kata Dius.
Dia menyebut ada sembilan orang dalam mobil termasuk sopir. Selain sopir, sisanya adalah mertua sopir laki-laki dan perempuan, ipar, istri sopir, dua anak iparnya dan dua anak sopir itu.
Usai kejadian, sopir lalu berhenti di Biara Bukit Carmel ST Yosef. Selanjutnya, mereka berjalan ke tepian jalan aspal. Lalu mereka naik taksi menuju tempat keluarganya yang ada di Mendawai. Tidak membawa mobil yang rusak itu karena alasan takut.
"Setelah itu mereka mendatangi LSR. Kemudian kita bawa ke sini (Polres)," ucap Gatis.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Palangka Raya AKP Christian Maruli Tua Siregar mengatakan proses lebih lanjut akan ditangani di Polsek Bukit Batu. Dari keterangan sementara, sopir memang menyebut jika dirinya tidak salah.
Namun demikian, polisi akan mendalami dari pengakuan itu. Apalagi, menurut sejumlah saksi warga di sekitar lokasi kejadian, justru mobil itulah yang salah. Yakni berupaya mendahului kendaraan yang ada di depannya tanpa melihat pengendara dari arah berlawanan.
Sekadar mengingatkan, peristiwa yang terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 29, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kamis (1/9/2016) sekitar pukul 16.30 WIB, menewaskan pengemudi Satria F.
Adalah Ramadhan, 19. Sedangkan rekan yang diboncengnya, Salman, 17, masih dalam kondisi kristis di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. (BUDI YULIANTO/m)








