BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) bakal kembali lagi membangun tiga unit jembatan. Tiga unit jembatan ini bernilai strategis untuk masa depan Kalteng. Penekanan ini disampaikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Jumat (2/9/2016).
Gubernur juga menegaskan, pembangunan tiga jembatan itu bakal diselesaikan dalam kurun waktu masa pemerintahannya. Tiga jembatan tersebut selain bernilai strategis juga berguna guna antisipasi jika terjadi sesuatu yang mendadak terhadapnya.
“Beberapa jembatan strategis akan dibangun dan diselesaikan dalam masa pemerintahan kami yaitu Jembatan Sungai Mentaya Sampit, Jembatan Sungai Barito II di Barito Utara dan Jembatan Sungai Kahayan II di Palangka Raya,” kata Sugianto.
Sugianto pun bergerak cepat. Beberapa hari yang lalu di kantornya, dilakukan pembahasan dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) untuk tindaklanjut rencana Jembatan Mentaya. Pertemuan tersebut masih bersifat tertutup antara kedua belah pihak.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kalteng Leonard Samuel Ampung mengatakan, ketiga jembatan masih dalam tahap feasibility study (FS) atau uji kelayakan. Termasuk menentukan titik pancang yang akan dipilih nantinya.
Leonard sebelumnya juga mengatakan, pembangunan Jembatan Kahayan II di Palangka Raya untuk antisipasi pengamanan jalur transportasi ketika jembatan yang sudah berumur itu mendapatkan masalah. Apalagi jembatan itu menjadi-satu-satunya yang menghubungkan Ibu Kota Kalteng menuju kawasan seberangnya yang terdiri tiga kabupaten.
“Sehingga ketika ada apa-apa dengan jembatan itu, masih ada jalan lain yang menghubungkan. Transportasi tidak akan lumpuh. Masalah titiknya dimana, itu nanti karena masih dibahas,” katanya. (ROZIKIN/m)








