BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Mohammad Alfansyah membuka dan memimpin rapat penting yang membahas tantangan serta mitigasi dalam menjalankan program mandatori Biodiesel.
Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Direktorat Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktorat Sistem Manajemen Investasi selaku Pembina Teknis BLU BPDP, serta perwakilan dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati atau BBN dan Badan Usaha Bahan Bakar Minyak.
Dalam rapat tersebut, Alfansyah menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi program mandatori Biodiesel.
"Tantangan utama yang dibahas meliputi ketersediaan bahan baku, infrastruktur pendukung, serta regulasi yang perlu disesuaikan untuk mendukung keberlanjutan program ini," kata Alfansyah dalam rilisnya pada Selasa, 29 Oktober 2024.
Perwakilan dari Direktorat Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan penggunaan energi terbarukan, termasuk Biodiesel, sebagai bagian dari komitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai ketahanan energi nasional. Mereka juga menyoroti pentingnya dukungan dari sektor swasta dalam mencapai target ini.
Sementara itu, perwakilan dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati atau BBN mengungkapkan beberapa kendala yang mereka hadapi, seperti fluktuasi harga bahan baku dan tantangan logistik. Mereka berharap adanya kebijakan yang lebih fleksibel dan insentif dari pemerintah untuk membantu mengatasi masalah ini.
Direktorat Sistem Manajemen Investasi selaku Pembina Teknis BLU BPDP menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan teknis dan finansial untuk memastikan kelancaran program mandatori Biodiesel.
Mereka juga menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana untuk program ini.
Rapat ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus mengadakan pertemuan rutin guna memantau perkembangan dan mencari solusi atas tantangan yang muncul.
Semua pihak yang hadir sepakat bahwa keberhasilan program mandatori Biodiesel sangat penting untuk masa depan energi terbarukan di Indonesia.(TESTI PRISCILLA/R)









