BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Literasi merupakan kemampuan krusial yang mencakup keterampilan membaca dan menulis untuk mengolah serta memahami informasi. Di era digital ini, kemampuan literasi sangat dibutuhkan di seluruh lapisan masyarakat, termasuk di sekolah-sekolah. Salah satu sekolah yang serius mengembangkan budaya literasi adalah SMP Negeri 1 Suling Tambun, Kabupaten Seruyan.
Berada di kawasan 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan), SMP Negeri 1 Suling Tambun menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses listrik dan sinyal internet. Meski demikian, sekolah yang berlokasi di Desa Tumbang Langkai ini tidak menyerah dalam upaya meningkatkan literasi siswanya. Salah satu fokus utamanya adalah reformasi perpustakaan dan penerapan jam literasi.
Dalam rangka memotivasi siswa untuk gemar membaca, perpustakaan SMPN 1 Suling Tambun membuat berbagai inovasi. Salah satunya adalah pojok literasi, sebuah sudut khusus di perpustakaan yang menyediakan berbagai bahan bacaan menarik. Selain itu, perpustakaan juga dihiasi dengan kata-kata motivasi yang mendorong siswa untuk lebih bersemangat membaca.
Kegiatan literasi lain yang rutin diadakan adalah tukar cerita antar siswa. Dalam kegiatan ini, siswa diminta berbagi pengalaman dan pendapat tentang buku yang telah mereka baca. Kepala Perpustakaan, Toto Widyanto, menyebutkan pendekatan ini berhasil meningkatkan minat baca siswa.
"Murid jadi lebih antusias, apalagi dengan adanya sistem resume. Mereka menulis ringkasan buku dalam buku literasi khusus yang disimpan di perpustakaan. Ini membuat mereka lebih disiplin dan teratur dalam membaca," jelas Toto, Rabu, 30 Oktober 2024.
Setiap siswa diberikan target untuk menyelesaikan buku dalam kurun 1 hingga 2 bulan, disesuaikan dengan ketebalan buku yang dipilih. Program ini membantu siswa menetapkan tujuan bacaan yang realistis dan terukur.
Kepala Sekolah Tri Hermanto menyambut positif reformasi perpustakaan dan komitmen terhadap program literasi berkelanjutan.
"Walaupun kami berada di daerah dengan banyak keterbatasan, upaya ini membuktikan bahwa semangat belajar siswa tetap bisa ditingkatkan," ujar Tri Hermanto.
Tri berharap program literasi ini bisa terus berkembang dan berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, sehingga siswa SMPN 1 Suling Tambun dapat bersaing secara akademik dengan sekolah-sekolah di daerah yang lebih maju.
Dengan fokus pada pengembangan literasi melalui perpustakaan, SMPN 1 Suling Tambun optimis dapat menciptakan generasi muda yang lebih cerdas dan berdaya saing tinggi. Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk belajar dan berkembang. (DEWI PATMALASARI/j)









