BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, mengimbau masyarakat untuk waspada dan menerapkan sejumlah tips dalam menghadapi cuaca panas ekstrem yang sedang melanda Kalimantan Tengah.
"Cuaca panas ekstrem dapat menyebabkan dehidrasi dan berbagai masalah kesehatan lainnya," ujar Andjar, Rabu, 30 Oktober 2024.
Ia menekankan pentingnya menjaga asupan cairan dengan banyak minum air putih, bahkan sebelum merasa haus, jangan menunggu haus untuk minum. Andjar juga menyarankan untuk menghindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis minuman tersebut justru dapat memperparah dehidrasi.
Selain itu, Andjar juga memberikan beberapa tips lain untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung, seperti menggunakan topi atau payung, memakai baju berbahan ringan dan longgar, serta menghindari memakai baju berwarna gelap yang menyerap panas.
"Sebisa mungkin berteduh pada jam 11 pagi hingga jam 3 sore, saat intensitas sinar matahari paling tinggi," imbau Andjar.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak meninggalkan siapapun di dalam kendaraan dalam kondisi parkir, baik dengan jendela terbuka maupun tertutup.
"Gunakan sunscreen minimal SPF 30 pada kulit yang tidak tertutup oleh baju pada saat keluar rumah," tambah Andjar.
Ia juga menyarankan untuk menyediakan botol semprot air dingin dalam kendaraan untuk membantu menyegarkan tubuh saat berada di luar ruangan.
"Dengan menerapkan tips-tips tersebut, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari dehidrasi dan berbagai masalah kesehatan lainnya akibat cuaca panas ekstrem," pungkasnya. (PATHUR/j)









