PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya kembali dihantui teror kebakaran rumah kosong. Pada Rabu, 30 Oktober 2024, dua peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Petuk Katimpun dan Jalan Rajawali IX.

Di Kelurahan Petuk Katimpun, sebuah rumah kosong nyaris terbakar, sedangkan di Jalan Rajawali IX, rumah kosong hangus terbakar.

Di Kelurahan Petuk Katimpun, api hampir membakar seluruh bangunan rumah. Ridwan Noor Bachtiar (21), cucu pemilik rumah yang tinggal di seberang lokasi kejadian, menjelaskan bahwa api diketahui setelah tetangga pulang dari salat subuh dan melihat api menyala besar di teras rumah. Tetangga pun membangunkan Ridwan untuk memadamkan api.

Setelah api berhasil dipadamkan, warga menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada dugaan percobaan pembakaran. Barang bukti tersebut meliputi bekas ban yang terbakar, sisa kawat-kawat dan bekas botol minuman yang mengeluarkan bau minyak bahan bakar kendaraan bermotor.

Dugaan percobaan pembakaran semakin kuat setelah keluarga pemilik rumah mengecek rekaman CCTV yang terpasang di seberang lokasi kejadian. Rekaman CCTV menunjukkan bahwa sebelum api muncul, terdengar raungan mesin motor.

Pelaku terlihat dalam rekaman CCTV pada pukul 00.26 WIB. Beberapa menit kemudian, api menyala dan sesaat setelahnya, seorang pria dengan perawakan sedang berlari menjauh dari lokasi kejadian.

--page

Di lokasi berbeda, kebakaran juga terjadi di Jalan Rajawali IX. Kali ini, api menghanguskan bangunan rumah kosong. Kebakaran diketahui sekitar pukul 04.00 WIB oleh pengendara yang melintas dekat dengan lokasi kejadian. Warga yang melihat kejadian tersebut menyatakan bahwa sumber api berasal dari sebelah kiri rumah. Polisi menemukan bekas ban mobil yang dibelah dua dan sudah terbakar di lokasi kejadian.

Kapolsubsektor Jekan Raya, Iptu Siswanto, berspekulasi bahwa pelaku merupakan orang yang sama yang membakar rumah kosong di Jalan Petuk Katimpun.

“Kalau kami analisis, mungkin pelakunya memulai aksinya di Petuk Katimpun dulu, baru dia turun ke lokasi yang di Rajawali IX, karena di Katimpun kan tidak berhasil,” bebernya.

Iptu Siswanto membenarkan bahwa kejadian di Kelurahan Petuk Katimpun merupakan percobaan pembakaran.

Ia menjelaskan bahwa ditemukannya bekas ban yang terbakar, sisa kawat-kawat dan bekas botol minuman yang mengeluarkan aroma minyak bensin atau minyak tanah, merupakan indikasi kuat dari teror pembakaran disengaja.

Polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kedua kejadian tersebut. Polisi berharap dapat mengungkap identitas pelaku dan motif di balik teror kebakaran rumah kosong ini.

Polisi juga melihat pola pikir pelaku yang cenderung mencari lokasi strategis untuk bisa langsung kabur setelah melakukan pembakaran.“Jika membakar di area pemukiman, pelaku cenderung takut karena setiap permukiman sudah menggiatkan ronda malam,” pungkasnya. (PATHUR/Y)