BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pengakuan mengejutkan disampaikan seorang pria terkait proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) 2017.

Pria yang bersikeras tak ingin namanya disebutkan untuk alasan keamanan, ini mengaku sebagai pengumpul kartu tanda penduduk (KTP), dan menjualnya ke semua bakal calon (balon) perseorangan Pilkada Kobar 2017. "Per-KTP dihargai Rp5 ribu. Saya memperolehnya dari Kantor Samsat Pangkalan Bun," ungkapnya pada Borneonews, Jumat (2/9/2016) sore.

Ia mengaku, setelah mengumpulkan sejumlah KTP, kemudian menggandakannya masing-masing tiga lembar. Itulah yang kemudian ia akui untuk diserahkan kepada pihak seluruh bakal calon perseorangan. Ia pun mengaku pria yang memerintahkannya berinisial W.

Yang lebih mencengangkan lagi, 'Si Makelar KTP' ini berani memastikan dokumen syarat dukungan yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tidak sah. "Semua kami palsukan. Mulai tanda tangan, hingga cap dari RT," terangnya.

Pria itu juga mengaku berani mempertanggungjawabkan apa yang disampaikannya. Ia juga siap bersaksi jika ada pengusutan kasus ini. Ditanya motifnya membeberkan hal ini, ia mengatakan karena kecurangan tersebut dinilai telah merugikan banyak orang. "Kapanpun saya siap. Saya akan mempertanggungjawabkan apa yang saya katakan," ucapnya. (FAHRUDDIN/B-10)