BORNEONEWS, Kapuas - Merasa hidupnya hanya sebagai beban istri dan anakanya Paeran, 73, Desa Bangun Harjo RT 006/002 Kecamatan Bataguh, Jumat (2/9/2016) sekitar pukul 10.00 WIB. mengahiri hidupnya dengan seutas tali nilon sepanjang empat meter di dapur rumahnya.

Partinem, 59, sangat terkejut menemukan suaminya tak bernyawa dalam kondisi tergantung pada seutas tali nilon. Di dekat mayat korban terdapat ember cat besar warna putih yang diduga sebagai pijakan untuk mengaitkan tali nilon di lehernya.

Korban yang yang bekerja sebagai petani itu juga menuliskan surat yang isinya meminta maaf karena hidupnya buta dan menderita. Korban sudah bertahun-tahun menderita katarak. 

Ketika dikonfirmasi kejadian ini, Kapolsek Selat AKP Dedi Junaidi membenarkan ada mayat tergantung di dapur rumah. Dia bersama Unit Reskrim Polsek Selat sudah melakukan olah TKP di rumah korban.

Kaplosek Selat dan anggotanya datang ke TKP setelah dihubungi Kepala Desa (Kades) setempat. Saat tiba di TKP, korban sudah diturunkan istri dan anaknya, tetapi badan korban masih hangat.

“Meninggal gantung diri, baru ketahuan jam 10 oleh istrinya, gantung diri digelar di atas  dapur,” kata Kaposek Selat via telepon seluler, Jumat (2/9) sore.

Dia menjelaskan,bahwa penyebab bunuh diri itu, diduga karena sakit katarak yang menahun. Korban sudah empat kali melakukan operasi katarak tetapi tidak kunjung sembuh. (DJEMMY NAPOLEON/m)