BORNEONEWS, Kasongan - Sebuah kelotok yang mengangkut 16 orang siswa SMA asal Desa Handiwung Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan karam di Sungai Katingan, Jumat (2/9) sekitar pukul 11.45 WIB.

Sebanyak 16 siswa SMA Negeri 1 Petak Bahandang itu selamat tanpa mengalami cidera berarti.

Menurut informasi yang diperoleh Borneonews, 16 siswa SMA Negeri 1 Petak Bahandang tersebut terdiri dari delapan siswa perempuan dan delapan lainnya laki-laki.

Semuanya adalah warga Desa Handiwung Kecamatan Tasik Payawan, sekitar lima kilometer dari Petak Bahandang arah Kasongan atau hulu.

Siang itu 16 siswa ini bermaksud pulang ke desanya setelah menuntut ilmu di sekolah di Petak Bahandang. Namun ketika mereka dalam perjalanan pulang, tiba-tiba kelotok mengalami kebocoran.

Para siswa inipun panik bercampur bingung saat kelolotok kemasukan banyak air, hingga ada yang tenggelam.

Namun tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) tengah melintas sebuah kapal penjual beras keliling yang dinahkodai Darniansyah, warga Desa Mendawai, Kecamatan Mendawai.

"Kejadian itu sekitar satu kilometer dari Desa Petak Bahandang arah Kasongan," sebut Darniansyah.

Menurutnya, saat itu kelotok yang tenggelam dengan kapal miliknya berjarak sekitar 300 meter.

"Saat saya melihat kelotok mereka tenggelam. Saya langsung menghampiri dan menyelamatkan mereka," kata Darniansyah via telepon.

Darniansyah mengatakan, kelotok bermesin diesel itu dioperasikan sendiri oleh para siswa. Kelotok itu merupakan alat transportasi andalan mereka untuk keperluan pulang pergi bersekolah. 

"Saat saya tanya, kata mereka kelotok itu mengalami bocor dekat as roda karena kayunya sudah lapuk,".

Darniansyah menceritakan, saat itu rombongan perahu kelotok para pelajar ini sedang melaju ke arah hulu Sungai Katingan. Saat di tengah sungai, kelotok mereka tiba-tiba melambat untuk kemudian menepi. Tidak berapa lama belasan penumpang itu berteriak minta tolong. Belum sampai tepi untuk berlabuh, perahu itupun langsung karam.

"Untungnya tidak ada yang hanyut atau meninggal sebab mereka semua bisa berenang. Hanya saja tas dan buku-buku semuanya basah," jelasnya.

Meskipun belum jelas apakah perahu mesin itu milik pemerintah atau punya pribadi, Darniansyah berharap adanya perhatian fasilitas transportasi para siswa ini. Terlebih Bupati Katingan Ahmad Yantenglie merupakan putra kelahiran Desa Handiwung.

"Setahu saya, ada dua kelotok yang biasa dipakai para siswa ini bersekolah di Petak Bahandang. Satu khusus untuk pelajar SMP, dan satunya siswa SMA," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/m)