BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dugaan adanya dukungan ganda untuk sejumlah bakal calon perseorangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) 2017 kian menguat.

Kepada Borneonews dua warga Pangkalan Bun mengaku kartu tanda penduduk (KTP)-nya dicatut untuk dukungan calon perseorangan. Anehnya, penggunaan KTP itu tanpa sepengetahuan pemiliknya.

"Saya tidak tahu kenapa begitu. Sepertinya ada yang menyalahgunakan KTP tanpa sepengetahuan saya," ungkap Nardi, warga RT 06, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kobar, Jumat (2/9/2016).

Nardi baru mengetahui KTP-nya disalahgunakan setelah ada petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS), yang mendatanganinya untuk keperluan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan.

Hal senada diungkapkan Nurhidayat, warga Kelurahan Madurejo, Arsel, Kobar. "Kata istri saya, ada petugas dari KPU yang menayakan terkait dukungan ke salah satu calon. Padahal saya tidak merasa pernah memberikan dukungan. Ini aneh," katanya.

Ia mengatakan, bersama sejumlah warga yang mengalami hal serupa akan mengecek langsung kasus ini ke KPU Kobar. "Saya tidak mau KTP saya dimanfaatkan oknum tertentu," tegasnya. (FAHRUDDIN/B-10)