BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ratusan dukungan ganda (tumpang tindih) untuk bakal calon (balon) perseorangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ditemukan di Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel) Kobar.

 "Jumlahnya diperkirakan sekitar 350 sampai 400-an. Yang dominan itu dukungan miliknya Pak Eko Sumarno dan Pak Desi," kata M Thalhah Basrie, dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Madurejo, kepada Borneonews, Jumat (2/9/2016).

Menurut Thalhah, melakukan verifikasi dukungan ganda tidak mudah. Ia juga menuturkan, kendati KTP-nya digunakan untuk mendaftar lebih dari satu bakal calon, banyak warga tetap memilih memberikan dukungannya kepada salah satu bakal calon. Itu juga terjadi, bagi warga yang mengaku sebelumnya tidak pernah memberi dukungan kepada balon perseorangan manapun.

"Kami biasanya didampingi tiga saksi dari 3 tim balon. Ada warga yang akhirnya tetap beri dukungan, kalau dia kenal salah satu saksi. Misalnya, dia kenal dengan si A, maka akhirnya dia milih balon perseoranganya si A tadi," bebernya.

Thalhah juga mengaku, petugas PPS juga kesulitan menemui warga dalam melakukan verifikasi, dengan berbagai alasan. "Persentasenya, dari 10 pendukung, hanya lima saja yang bisa ditemui. Kalau yang marah, pasti ada. Tapi sejauh ini belum ada yang marah sampai-sampai ingin lapor ke polisi atau lakukan tuntutan," ujarnya.

Ia pun membeberkan masih kerap mendapati adanya dukungan terlarang, yakni yang berasal dari warga berlatar belakang ASN, atau personel TNI/Polri. "Bukan hanya ganda eksternal. Tapi kita juga masih menemui adanya yang ganda internal dalam dukungan balon perseorangan," beber dia.

Thalhah mengklaim, proses verifikasi faktual di wilayahnya telah mencapai 80 persen. "Hanya tinggal dukungan di beberapa RT saja yang belum. Diperkirakan tanggal 5 besok selesai," tandasnya. (Raden Ariyo/B-10)