BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpustaka) Kabupaten Kapuas menerima kunjungan studi kaji dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kabupaten Murung Raya di rumah betang Bukit Ngalangkang, Kuala Kapuas.
Kunjungan ini bertujuan mempelajari pengelolaan arsip dan pengembangan perpustakaan yang diterapkan di Kapuas.
Kepala Disarpustaka Kapuas, Suwarno Muriyat, bersama jajaran, menyambut baik kunjungan tersebut.
Dalam paparannya, Suwarno mengungkapkan berbagai kiat sukses yang telah diterapkan Disarpustaka Kapuas hingga mampu meraih prestasi nasional.
“Kunci keberhasilan dalam pengelolaan arsip dan perpustakaan adalah komitmen, inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, itu kiranya yang kami sampaikan semalam,” ujarnya, Kamis, 31 Oktober 2024.
Disarpustaka Kapuas telah mengimplementasikan digitalisasi pengelolaan arsip melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).
Sistem ini memudahkan pengelolaan arsip dinamis dan statis yang didukung regulasi dan SOP, termasuk Layanan Pengelolaan Arsip Keluarga (LAPAK) serta penataan record center.
Selain arsip, Suwarno juga menjelaskan langkah-langkah Disarpustaka dalam meningkatkan budaya literasi.
Beberapa upaya yang dilakukan meliputi kegiatan bersama komunitas, perpustakaan digital, Spot Baca, aplikasi iKapuas, Pojok Baca Digital, dan pemanfaatan studio mini di rumah betang sebagai sarana interaksi masyarakat dengan dunia literasi.
Lebih lanjut, Suwarno menyebutkan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi arsiparis dan pustakawan guna meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial dalam menghadapi era digital serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat
“Berbagai keterbatasan dapat diatasi dengan membangun kemitraan dan kolaborasi dengan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, serta komunitas lokal,” tambahnya.
Sebelumnya, Tenny Puspitasari selaku Kabid Layanan dan Manfaat Arsip Dispursip Murung Raya, mengungkapkan kekagumannya terhadap pencapaian Kapuas.
“Kami sangat terkesan dengan inovasi di sini dan berharap bisa mengadaptasi beberapa strategi ini untuk memajukan perpustakaan dan pengelolaan arsip di daerah kami,” ungkap Tenny.
Sebagai penutup, kunjungan ini diisi dengan diskusi mendalam, peninjauan lapangan, serta sesi nonton bareng film Nyai Undang di studio mini Disarpustaka yang berada di rumah betang Bukit Ngalangkang, memberikan kesempatan bagi Dispursip Murung Raya untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai pengelolaan arsip dan perpustakaan di Kapuas. (DODI/j)









