BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Fenomena pencatutan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai bukti dukungan bakal calon perseorangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) 2017, memang tidak pilih-pilih orang. 


Mantan anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Prayitno DYL pun heran, teman baiknya, yang tergolong orang cukup dikenal, KTP-nya bisa ikut dipakai sebagai bukti dukungan bakal calon perseorangan. "Ditanya apakah benar saudara mendukung pasangan ini. Dia mengatakan bahwa tidak pernah memberikan KTP pada yang bersangkutan (bakal calon) atau pada timnya," kata Prayitno, pada Borneonews melalui sambungan telepon, Sabtu (3/9/2016).


"Artinya bahwa saya tidak mendukung yang bersangkutan. Dan saya juga heran kenapa kok tandatangan saya kok ada di form BW1KWK itu," lanjut politikus PDI Perjuangan itu, menirukan penjelasan temannya. 


Menurut Prayitno, adanya pengakuan itu, bisa mengindikasikan ada yang tidak beres dalam mobilisasi dukungan. "Saya pikir kalau ada satu pengakuan seperti itu, dan kebetulan teman saya ini bukan sembarangan, orang yang aktif juga, masyarakat lainnya juga bisa kena," ujarya. 


"Tapi saya tidak menuduh ya. Tidak menjustifikasi bakal calon-bakal calon itu," imbuhnya. (B-10)