BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengobatan tradisional sering dipilih oleh masyarakat karena berbagai faktor seperti budaya, kepercayaan dan ekonomis. Obat tradisional yang berasal dari bahan alam cendrung mudah dan murah untuk didapatkan.
Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan yang digunakan dalam pengobatan tradisional sudah sejak lama digunakan oleh masyarakat. Sebagai salah satu daerah yang memiliki diversitas tumbuhan obat, Kalimantan terkenal akan berbagai jenis pengobatan tradisionalnya.
Masyarakat Dayak sebagai suku asli Kalimantan menggunakan tumbuhan endemik untuk pangan, upacara dan pengobatan tradisional. Salah satu produk pengobatan khas masyarakat Dayak yang begitu booming di tengah masyarakat baru-baru ini adalah minyak urut dayak. Minyak ini telah lama digunakan oleh masyarakat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Namun melalui Ibu Ida Dayak, minyak ini kembali mencuri perhatian masyarakat.
Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Tim Dosen dari Universitas Palangka Raya atau UPR meneliti kandungan senyawa bioaktif minyak khas urut Dayak.
Menurut Ketua Tim Peneliti, Utari Yolla Sundari, bagian terpenting untuk mendukung obat tradisional adalah dengan melestarikan dan mengembangkannya, sehingga produk tersebut akan tetap terjaga keasliannya.
"Obat tradisional yang dihasilkan hendaknya memiliki kualitas dari segi bahan baku yang baik, tepat serta aman dan teruji secara scientific khasiatnya," kata Utari kepada Borneonews pada Kamis, 31 Oktober 2024.
Oleh karena itu, katanya, Tim Peneliti melakukan pengujian manfaat senyawa bioaktif Minyak Dayak sebagai pengembangan upaya mendukung pengembangan obat tradisional khas Masyarakat Kalimantan.
"Pengujian yang dilakukan akan memvalidasi khasiat dari minyak urut dayak sebagai warisan budaya dalam segi pengobatan tradisional. Selain itu juga akan diharapkan dapat memberikan rekomendasi terhadap khasiat produk serta dapat meningkatkan nilai ekonomis dari produk," bebernya.
Minyak urut dayak khas Kalimantan Cap "Dayak Asli Dayak" terbuat dari beberapa bahan alam seperti akar kayu pilihan yaitu akar saluang belum, ginseng hutan, dan paku atei.
"Klaim yang diberikan produsen pada kemasan produk adalah dapat mengobati rematik, asam urat, kesemutan kaki, tangan. Cara pemakaian minyak urut dayak adalah dengan mengoleskan pada bagian yang sakit. Hasil pengujian kandungan senyawa bioaktif dari minyak urut dayak dilakukan dengan menggunakan metode GCMS," bebernya.
Utari menjelaskan bahwa hasil pengujian menunjukan bahwa terdapat 34 senyawa pada minyak dayak. Senyawa tersebut yaitu Azulene, Naphthalene, 1-Methylene-1H-indene, [4.2.2]Propella-2,4,7,9-tetraene, 4a,8a-(Methaniminomethano) naphthalene-9,11-dione, Methyl salicylate, Benzoic acid, Methyl salicylate, O-ethoxycarbonyl, Methyl salicylate, O-(n-propyloxycarbonyl), Aspirin methyl ester, 2-Undecenal, 2-Dodecenal, 2-Tridecenal, 2-Decenal, 2,4-Decadienal, 2,4-Dodecadienal, 2,4-Undecadienal, 2,4-Nonadienal, 2,3-Diazabicyclo[2.2.1]hept-2-ene, Copaene, α-Cubebene, Ylangene, (1S,4aR,8aS)-1-Isopropyl-7-methyl-4-methylene-1,2,3,4,4a,5,6,8a-octahydronaphthalene atau γ-Amorphene, (1R,3aS,8aS)-7-Isopropyl-1,4-dimethyl-1,2,3,3a,6,8a-hexahydroazulene atau Guaia-6,9-diene, Diethyl Phthalate atau atau 1,2-Benzenedicarboxylic acid, diethyl ester, Phthalic acid, ethyl isoporpyl ester, Phthalic acid, monoethyl ester, Phthalic acid, ethyl 2-(2-nitrophenyl)ethyl ester, Phthalic acid, ethyl 3-methyl-2-nitrobenzyl ester, 1,4-Benzenedicarboxylic acid, 2-hydroxy-, 1,4-dimethyl ester, 1,4-Benzenedicarboxylic acid, 2-(acetyloxy)-, dimethyl ester, Methyl salicylate, O-isopropyloxycarbonyl-, 2-Propenoic acid, 3-[4-[(3-methyl-1-butenyl)oxy]phenyl]-, methyl ester, 2-Propenoic acid, 3-(3-hydroxyphenyl)-, methyl ester atau Cinnamic acid, m-hydroxy-, methyl ester. Pengujian pH minyak urut dayak menghasilkan nilai 4,8. pH yang aman untuk kulit 4,5-5,5.
"Kandungan senyawa bioaktif yang terdapat pada minyak dayak memberikan manfaat diantaranya meredakan nyeri otot dan persendian, antiinflamasi dan manfaat yang berkaitan dengan fungsinya sebagai minyak urut tradisional," katanya.
Senyawa tersebut berfungsi dalam peningkatan kondisi kesehatan yang lebih baik. Senyawa bioaktif dibutuhkan oleh tubuh untuk mengoptimalkan proses metabolisme juga meningkatkan kesehatan. Sehingga sering dimanfaatkan dalam bidang farmakologi. Manfaat dari senyawa bioaktif dapat dirasakan dengan berbagai cara, baik dikonsumsi secara langsung maupun digunakan secara tidak langsung seperti pada obat oles, kosmetik, dan lain-lain.
"Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembuktian lanjutan bahwa minyak dayak memiliki khasiat dan kualitas yang baik bagi pengobatan," harapnya.
Hasil penelitian ini juga telah diseminarkan pada 5 Oktober 2024 di Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2024 dengan tema kontribusi sains dan Teknologi melalui pemanfaatan sumber daya alam dan potensi lokal yang diselenggarakan Fakultas FMIPA Universitas Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/J)









