PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kandungan senyawa bioaktif yang terdapat pada minyak urut khas dayak memberikan manfaat di antaranya meredakan nyeri otot dan persendian, antiinflamasi dan manfaat yang berkaitan dengan fungsinya sebagai minyak urut tradisional. Kandungan ini didapati oleh Tim Dosen Universitas Palangka Raya atau UPR yang diketuai oleh Utari Yolla Sundari usai melakukan penelitian terhadap kandungan minyak urut Khas Dayak.

"Hasil pengujian menunjukan bahwa terdapat 34 senyawa pada minyak urut khas Dayak serta pengujian pH minyak menghasilkan nilai 4,8. pH yang aman untuk kulit 4,5-5,5," kata Utari kepada Borneonews pada Jumat, 1 November 2024.

Senyawa yang terkandung dalam minyak urut khas Dayak ini menurut Utari berfungsi dalam peningkatan kondisi kesehatan yang lebih baik.

"Senyawa bioaktif dibutuhkan oleh tubuh untuk mengoptimalkan proses metabolisme juga meningkatkan kesehatan. Sehingga sering dimanfaatkan dalam bidang farmakologi. Manfaat dari senyawa bioaktif dapat dirasakan dengan berbagai cara, baik dikonsumsi secara langsung maupun digunakan secara tidak langsung seperti pada obat oles, kosmetik, dan sebagainya," tambah Utari.

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembuktian lanjutan bahwa minyak dayak memiliki khasiat dan kualitas yang baik bagi pengobatan. Hasil penelitian ini juga telah diseminarkan pada 5 Oktober 2024 di Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2024 dengan tema kontribusi sains dan Teknologi melalui pemanfaatan sumber daya alam dan potensi lokal yang diselenggarakan Fakultas FMIPA Universitas Palangka Raya.

Pengobatan tradisional memang sering dipilih oleh masyarakat karena berbagai faktor seperti budaya, kepercayaan dan ekonomis. Obat tradisional yang berasal dari bahan alam cendrung mudah dan murah untuk didapatkan. Pemanfatan tumbuhan sebagai bahan yang digunakan dalam pengobatan tradisional sudah sejak lama digunakan oleh masyarakat. Sebagai salah satu daerah yang memiliki diversitas tumbuhan obat, Kalimantan terkenal akan berbagai jenis pengobatan tradisionalnya. Masyarakat Dayak sebagai suku asli Kalimantan menggunakan tumbuhan endemik untuk pangan, upacara dan pengobatan tradisional. Salah satu produk pengobatan khas masyarakat Dayak yang begitu booming di tengah masyarakat baru-baru ini adalah minyak urut dayak. Minyak ini telah lama digunakan oleh masyarakat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Namun melalui Ibu Ida Dayak, minyak ini kembali mencuri perhatian masyarakat.

"Bagian terpenting untuk mendukung obat tradisional adalah dengan melestarikan dan mengembangkannya, sehingga produk tersebut akan tetap terjaga keasliannya," tegas Utari.

Obat tradisional yang dihasilkan hendaknya memiliki kualitas dari segi bahan baku yang baik, tepat serta aman dan teruji secara scientific khasiatnya. Oleh karena itu, tim peneliti melakukan pengujian manfaat senyawa bioaktif Minyak Dayak sebagai pengembangan upaya mendukung pengembangan obat tradisional khas Masyarakat Kalimantan. Pengujian yang dilakukan akan memvalidasi khasiat dari minyak urut dayak sebagai warisan budaya dalam segi pengobatan tradisional. Selain itu juga akan diharapkan dapat memberikan rekomendasi terhadap khasiat produk serta dapat meningkatkan nilai ekonomis dari produk.

Minyak urut dayak khas Kalimantan Cap Dayak Asli Dayak terbuat dari beberapa bahan alam seperti akar kayu pilihan yaitu akar saluang belum, ginseng hutan, dan paku atei. Klaim yang diberikan produsen pada kemasan produk adalah dapat mengobati rematik, asam urat, kesemutan kaki, tangan. Cara pemakaian minyak urut dayak adalah dengan mengoleskan pada bagian yang sakit. Hasil pengujian kandungan senyawa bioaktif dari minyak urut dayak dilakukan dengan menggunakan metode GCMS. (TESTI PRISCILLA/j)