BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Heri Fauzi, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di Kota Palangka Raya.
Cuaca ekstrem ini berpotensi menyebabkan hujan dengan angin kencang, yang dapat memicu pohon tumbang.
Heri Fauzi menyampaikan imbauan ini menyusul kejadian pohon tumbang yang terjadi di Jalan Kutilang dan Jalan Mahir Mahar Kilometer 10 pada Kamis, 31 Oktober 2024. Kejadian ini menunjukkan bahwa potensi cuaca ekstrem di Palangka Raya perlu diwaspadai.
"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat terjadi hujan dengan angin kencang," ujar Heri Fauzi, Jumat, 1 November 2024.
Menurutnya pohon tumbang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, terutama di area yang banyak ditumbuhi pohon besar.
Heri Fauzi juga mengimbau masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang.
BPBD Palangka Raya akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG untuk mendapatkan informasi terkini tentang kondisi cuaca.
"Jika terpaksa harus berteduh, carilah tempat yang aman dan terhindar dari pohon besar," pesannya. (PATHUR/j)









