PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Drs Muhammad Muis menjelaskan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu atau FTBI merupakan bagian dari program revitalisasi bahasa daerah.

Hal ini disampaikannya saat menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada 31 Oktober hingga 2 November 2024 di Swiss-Belhotel Danum, Palangka Raya.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ahmad Husain, serta diisi dengan sambutan oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis.

Pembukaan kegiatan itu juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dari tiga belas kabupaten dan satu kota se-Kalimantan Tengah yang turut hadir mendukung kesuksesan acara tersebut.

"Tahun 2024 ini bukan tahun pertama digelarnya acara FTBI melainkan sudah sejak tahun 2022," jelas Muis lagi.

Dengan harapan dapat mengulang sejarah kesuksesan penyelenggaraan acara tersebut pada tahun-tahun sebelumnya, Kepala Balai menyampaikan bahwa tahun ini penyelenggaraan acara itu menjadi terpusat di Palangka Raya.

"Bahasa daerah yang direvitalisasi berjumlah delapan bahasa, yaitu bahasa Dayak Ngaju, Dayak Maanyan, Dayak Bakumpai, Melayu Dialek Kotawaringin, Dayak Sampit, Dayak Katingan, Dayak Siang, dan Dayak Ut Danum," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)