BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kegiatan Rembuk Stunting telah digelar di Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan berbagai instansi, termasuk Camat Pasak Talawang yang diwakili Kasi Pemerintahan, kepala desa, unsur Tripika, KUA, Dinas P3APPKB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas PUPRPKP Kabupaten Kapuas, Bappelitbangda Kabupaten Kapuas.
Juga hadir ahli gizi, pendamping desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader posyandu, dan tokoh masyarakat.
Kepala Dinas P3APPKB Kapuas, dr. Tri Setyautami, menyampaikan perlunya koordinasi lintas sektor yang lebih baik dalam penanganan stunting.
"Dalam rembuk itu juga disarankan agar dibentuk grup WhatsApp khusus, sehingga informasi dapat cepat diakses oleh berbagai pihak terkait, sehingga rencana kerja dan intervensi dapat segera dilakukan," katanya, Jumat, 1 November 2024.
--page
Lalu, pentingnya kerja sama lintas sektor, dibutuhkan sinergi berkelanjutan antara Puskesmas, KUA, kecamatan, kepala desa, Polsek, Danramil, dan Babinsa untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Selain itu, Dinas P3APPKB menekankan pentingnya membentuk Bina Keluarga Balita (BKB) guna memberikan edukasi pola asuh anak, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pelayanan KB dan distribusi alat kontrasepsi.
Sementara itu, Dinas PUPRPKP menyampaikan rencana untuk meningkatkan akses air bersih dan sanitasi layak, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menguraikan tugas serta fungsi KPM dalam mempercepat penurunan stunting dan perbaikan Surat Keputusan (SK) KPM. (DODI/Y)









