BORNEONEWS, Palangka Raya - Belum ada penetapan tersangka dalam peristiwa kecelakaan yang menewaskan pengemudi Satria F KH 8430 BP, Ramadhan, 19, di Jalan Tjilik Riwut Km 29, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kamis (1/9/2016) sekitar pukul 16.30 WIB


Pengemudi mobil Margunawan, 32, yang sebelumnya disebut kabur pascainsiden terjadi, lalu menyerahkan diri ke Unit Laka Polres Palangka Raya pada Jumat (2/9/2016), masih berstatus terperiksa. Warga RT 01, Desa Parempei, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas itu juga masih menjalani pemeriksaan di Polsek Bukit Batu.


Margunawan yang mengemudi mobil Innova KH 1816 AT menyebut jika dirinya di posisi benar. Demikian halnya dengan delapan orang keluarganya yang ada di dalam mobil. Namun, ada warga yang menuturkan dialah yang salah.


Guna mengungkap kebenaran siapa yang salah dan siapa yang benar, Polsek Bukit Batu akan mengambil dan mempelajari CCTV yang terpasang di salah satu warung milik warga tidak jauh dari lokasi kejadian.


CCTV tersebut dikabarkan merekam kendaraan yang melaju secara beriringan dari arah Palangka Raya - Kasongan, yakni truk di bagian depan, mobil Margunawan tengah, dan belakang bus.


"Rekaman CCTV belum kita ambil. Hari Senin (besok) akan kita minta untuk dipelajari. Kalau misalnya bus Yesso, nanti akan kita datangi untuk dimintai keterangan," kata Kapolsek Bukit Batu Iptu Angga melalui Kanit Lantas Aiptu A Heriansyah, Minggu (4/9/2016).


Apakah CCTV juga merekam detik-detik kejadiannya kecelakaan? "Kita belum bisa memastikan. Nanti setelah kita cek. Ada warga juga yang kita periksa nantinya," imbuhnya.


Sekedar mengingatkan, peristiwa yang terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 29, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kamis (1/9/2016) sekitar pukul 16.30 WIB, menewaskan pengemudi Satria F.


Adalah Ramadhan, 19. Sedangkan rekan yang diboncengnya, Salman, 17, masih dalam perawatan di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.


Pascakejadian, Margunawan langsung kabur.  Namun pada Jumat (2/9/2016), dia didampingi mertuanya yang sebelumnya ikut dalam mobil, Dius, 71, dan Ketua Umum Lembaga Swasdaya Rakyat (LSR) Laskar Pembela Masyarakat Tertindas (LPMT) Kalteng Gatis, menyerahkan diri.


Menurut Margunawan, peristiwa bermula ketika dia bersama keluarganya dengan total sembilan orang hendak pulang ke desanya, usai melayat keluarganya yang meninggal dunia di Buntok, Kabupaten Barsel.


Sebelum kejadian, lanjutnya, dia yang berkendara arah Palangka Raya - Kasongan, berada di bagian tengah. Di depannya ada truk sedangkan belakang ada bus.


Kemudian dari arah berlawanan dan persis disampingnya terdapat sebuah mobil. "Tiba-tiba pengendara motor itu langsung membelok ke bagian lajur aku. Terus terjadi tabrakan," katanya.


Sementara itu, Kasat Lantas Polres Palangka Raya AKP Christian Maruli Tua Siregar mengatakan proses lebih lanjut akan ditangani di Polsek Bukit Batu. Dari keterangan sementara, sopir memang menyebut jika dirinya tidak salah.


Namun demikian, polisi akan mendalami dari pengakuan itu. Apalagi, menurut sejumlah saksi warga di sekitar lokasi kejadian, justru mobil itulah yang salah, yakni berupaya mendahului kendaraan yang ada di depannya tanpa melihat pengendara dari arah berlawanan. (BUDI YULIANTO/m)