PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng melakukan Evaluasi Semester Kematian Ibu dan Anak Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR).

Kepala Dinas Kesehatan Suyuti Syamsul mengatakan bahwa dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 – 2024 telah dicantumkan sasaran strategi program kesehatan masyarakat.

Sasaran tersebut termasuk percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di tahun 2024 menjadi 183/100.000 KH dan Penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) di tahun 2024 menjadi 16/1.000 KH.

“AKI dan AKB merupakan masalah kesehatan yang masih belum terselesaikan,” ungkap Suyuti dalam keterangannya di Palangka Raya, baru baru ini.

Ia mengakui AKI dan AKB dalam dekade terakhir mengalami penurunan, tetapi masih tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara.

Lima Provinsi penyumbang 50 persen kematian ibu dan bayi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan.

Dilanjutkan dengan 10 provinsi dengan persentase kematian ibu dan bayi tertinggi, salah satunya adalah Kalimantan Tengah.

“Sehingga di tahun 2023 – 2024 semua Kab/Kota Provinsi Kalimantan Tengah menjadi Lokus Percepatan Penurunan AKI dan AKB,” paparnya. (HERMAWAN DP/H)