BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa luas panen jagung pipilan di Kalimantan Tengah pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 8,39 ribu hektare. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Agnes, luas panen jagung pipilan pada tahun 2024 mengalami kenaikan sebesar 2,46 ribu hektare atau 41,43 persen dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya mencapai 5,94 ribu hektare.
"Peningkatan ini merupakan hasil dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh para petani dan pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian," kata Agnes pada Sabtu, 2 November 2024.
Selain itu, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada tahun 2024 juga diperkirakan mengalami peningkatan yang signifikan. Produksi diperkirakan mencapai 44,00 ribu ton, naik sebesar 18,52 ribu ton atau 72,68 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2023 yang hanya sebesar 25,48 ribu ton.
Agnes menambahkan bahwa peningkatan produksi ini tidak lepas dari berbagai program dan bantuan yang diberikan kepada para petani.
"Kami terus mendorong penggunaan teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien, serta memberikan pelatihan kepada para petani untuk meningkatkan hasil panen mereka," jelasnya.
Lebih lanjut, Agnes berharap bahwa peningkatan luas panen dan produksi jagung pipilan ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
"Dengan hasil panen yang lebih tinggi, diharapkan pendapatan para petani juga akan meningkat, sehingga kesejahteraan mereka dapat lebih terjamin," tambahnya.
Dengan demikian, Kalimantan Tengah menunjukkan potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya dalam produksi jagung pipilan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas pertanian mereka. (TESTI PRISCILLA/J)









