PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada tahun 2020, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT, yang kini telah bergabung menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik atau BPS secara resmi mengimplementasikan metode Kerangka Sampel Area atau KSA untuk pengumpulan data luas panen jagung. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyatakan bahwa metode ini merupakan replikasi dari metode KSA yang telah digunakan untuk pengumpulan data luas panen padi sejak 2018.

Implementasi metode KSA pada komoditas jagung dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki perhitungan produksi jagung. Dengan menerapkan metode KSA, pengumpulan data luas panen jagung dilakukan secara obyektif dan modern.

"Data produksi jagung yang dikumpulkan dapat menjadi lebih akurat dan tepat waktu," ujar Agnes Widiastuti pada Sabtu, 2 November 2024.

Proses penyempurnaan perhitungan produksi jagung telah dilakukan dalam berbagai tahapan secara komprehensif. Secara garis besar, perhitungan data produksi jagung melibatkan data luas panen, produktivitas, dan angka konversi jagung.

"Kami memastikan setiap tahap dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang valid," tambah Agnes.

Data yang digunakan dalam perhitungan produksi jagung mencakup luas potensi lahan jagung di lahan sawah dan lahan bukan sawah. Luas potensi lahan jagung di lahan sawah diestimasi dari hasil perkalian lahan baku sawah (LBS) dengan proporsi pertanaman jagung di lahan sawah. LBS yang digunakan adalah LBS 2019 berdasarkan Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN No.686/SK-PG.03.03/XII/2019 Tanggal 17 Desember 2019.

Selain itu, luas potensi lahan jagung di lahan bukan sawah diestimasi dari perkalian lahan tegalan/ladang dengan proporsi pertanaman jagung di lahan bukan sawah. Lahan tegalan/ladang diperoleh dari Laporan Akhir Penyiapan Data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau LP2B 2018-2020 yang dipublikasikan oleh Kementerian ATR/BPN. Lahan Pertanian Tanah Kering Semusim atau PTKS diperoleh dari Peta Neraca Penatagunaan Tanah atau NPGT Nasional 2019, Kementerian ATR/BPN.

Luas panen jagung dihitung berdasarkan hasil pengamatan fase tumbuh jagung melalui pengamatan lapangan survei KSA Jagung.

"Pengamatan ini dilakukan secara berkala untuk memastikan data yang diperoleh akurat," jelas Agnes.

Produktivitas per hektare berasal dari Survei Ubinan berbasis rumah tangga yang dilakukan setiap subround. Angka konversi jagung tongkol kering panen atau JTKP menjadi jagung pipilan kering atau JPK dengan kadar air 28 persen pada JPK-KA28%  dan 14 persen pada JPK-KA14% menggunakan hasil Survei Konversi Jagung yang dilakukan pada 2020 atau SKJG 2020.

Dengan metode KSA, diharapkan data produksi jagung di Kalimantan Tengah dapat lebih akurat dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih baik.

"Kami optimis metode ini akan memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Kalteng," tutur Agnes Widiastuti. (TESTI PRISCILLA/j)