BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan hasil survei KSA jagung yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam realisasi panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga September 2024.
"Realisasi panen mencapai 7,40 ribu hektare, meningkat sekitar 2,44 ribu hektare atau 49,09 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023 yang hanya mencapai 4,97 ribu hektare," kata Agnes pada Sabtu, 2 November 2024.
Agnes juga menyebutkan bahwa potensi luas panen jagung pipilan pada Oktober hingga Desember 2024 diperkirakan sekitar 0,99 ribu hektare.
"Dengan demikian, total luas panen jagung pipilan pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 8,39 ribu hektare, mengalami kenaikan sebesar 2,46 ribu hektare atau 41,43 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 5,94 ribu hektare," katanya.
Puncak panen jagung pipilan pada tahun 2024 terjadi di bulan Februari, dengan luas panen sebesar 2,67 ribu hektare. Sebagai perbandingan, puncak panen pada tahun 2023 terjadi di bulan September dengan luas panen sebesar 1,42 ribu hektare. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran waktu puncak panen yang cukup signifikan.
Survei KSA Jagung juga mencatat bahwa luas panen jagung terdiri dari tiga jenis panen, yaitu panen hijauan, panen muda, dan panen pipilan. Luas panen jagung hijauan sepanjang Januari hingga September 2024 mencapai sekitar 132 hektare atau 1,42 persen dari total luas panen jagung.
"Sementara itu, luas panen muda pada periode yang sama mencapai 1.756 hektare atau 18,90 persen dari total luas panen jagung," beber Agnes.
Agnes menambahkan bahwa peningkatan luas panen ini merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan oleh petani dan pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dukungan berupa penyuluhan, bantuan bibit unggul, dan teknologi pertanian modern telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan hasil panen jagung di Kalimantan Tengah.
"Dengan adanya peningkatan luas panen ini, diharapkan produksi jagung di Kalimantan Tengah dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ketahanan pangan daerah serta kesejahteraan para petani," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/J)









