BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengaku suka dengan keberadaan sejumlah pedagang yang hampir setiap malam berjualan di samping Istana Isen Mulang (IIM). Selain mereka banyak dari kalangan muda yang cukup kreatif membidik peluang bisinis, mandiri dan berjiwa wirausaha, juga dianggap ‘turut’ menjaga istana.
Loh kok bisa?
Menurut Sugianto, dengan hadirnya pedagang ‘kuliner lesehan’ yang meramaikan jalan Katamso tersebut, secara otomatis turut menjaga lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, menjadi pagar hidup bagi keamanan rumah jabatan yang tepat di depan bundaran besar itu.
“Kita harus bersyukur lho. Mereka itu secara tidak langsung ikut mengamankan istana ini. Apalagi saat puasa kemarin itu, sampai jelang subuh mereka buka terus, tidak ada matinya,” ujar Gubernur Sugianto di halaman Rujab, usai menengok mereka Sabtu (4/9/2016) malam.
Sugianto juga mengapresiasi para pedagang kuliner yang kreatif tersebut. Mulai dari yang menggelar dagangannya dengan cara biasa atau umumnya, hingga yang berinovasi dengan memodifikasi mobil sebagai lapak berjualan.
Hanya saja ia mengingatkan, agar generasi muda tidak sampai terjebak narkoba. Imbauan inilah yang selalu dikatakan Sugianto di berbagai kesempatan bahwa dirinya menyatakan perang terhadap narkoba. Salah satu caranya, adalah dengan menggelar kegiatan positif seperti mulai berbisnis meski masih remaja.
“Silakan saja ka;ian pacaran, boleh saja, asal tidak terlalu dan asal terukur. Tapi jangan sekali-kali menggunakan narkoba,” pesannya saat menghampiri sekelompok remaja yang mengaku masih duduk di bangku SMA yang menikmati malam minggu. (ROZIKIN/m)








