BORNEONEWS, Gunung Mas - Bupati Gunung Mas, Arton S Dohong minta orang tua harus menyekolahkan anak-anaknya minimal sampai lulus SMA atau sederajat. Pendidikan anak penting, agar tidak melakukan perkawinan usia dini. Tingginya angka perkawinan usia anak di Gumas menjadi perhatian serius Bupati Arton S Dohong. 

“Jangan terburu-buru melangsungkan perkawinan. Perhatikan pendidikan terlebih dahulu, minimal sampai lulus SMA. Bahkan, bila orang tua memiliki kemampuan bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tegas Bupati Gumas, Arton S. Dohong, saat menyampaikan pengarahan pada kegiatan Pemkab Gumas di GPU Damang Batu, Kuala kurun, akhir pekan lalu.

Menurut Arton, dalam hal mengurangi angka putus sekolah di Gumas. Pemkab dan DPRD telah membuat peraturan daerah (perda) wajib belajar 12 tahun. Bahkan, untuk mendukung perda tersebut Pemkab Gumas menggratiskan pendidikan dari tingkat SD hingga SMA. Hal itu supaya masyarakat tidak terbebani biaya pendidikan.

“Dalam hal ini kita juga meminta para orang tua untuk mendukung program pemerintah daerah dalam bidang pendidikan. Jangan sampai membiarkan anak tidak sekolah, minimal harus lulus SMA,” urai Arton.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Arton S Dohong menghimbau kepada para tokoh agama dan tokoh adat di Gumas, agar benar-benar selektif dalam mengurus perkawinan, terutama bagi yang ingin melangsungkan perkawainan di bawah usia 18 tahun. Mengingat berdasarkan undang-undang perlindungan anak, usia dewasa adalah 18 tahun.

“Mensuskseskan pendidikan dan menekan perkawinan usia dini adalah tanggungjawab kita bersama. Jadi, usia diibawah 18 tahun adalah usia sekolah dan menempuh pendidikan. Jadi harus dimanfaatkan dengan baik untuk bersekolah,” pesan Arton.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gumas, Agung menyatakan, melalui sekolah-sekolah pihaknya terus berupaya memberikan pemahaman kepada para peserta didik supaya terus melanjutkan pendidikan, bahkan sampai ke perguruan tinggi. Dengan harapan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Gumas lebih baik lagi.

“Mensukseskan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan Dinas Pendidikan maupun sekolah. Namun, orang tua dan masyarakat juga harus bersama-sama mendukung agar mutu pendidikan di daerah ini semakin meningkat lagi,” katanya. (EPRA SENTOSA/N).