PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Usaha kopi keliling semakin menjamur di Palangka Raya. Dengan gerobak aneka warna mulai dari biru, hijau, merah, hingga kuning, para penjual kopi keliling ini menarik perhatian warga. Salah satu gerobak yang menarik perhatian adalah “Kopi Satset” yang ditemui Borneonews di depan Pasar Mini Palangka Raya pada Sabtu, 2 November 2024.

Gabriel Sihombing, seorang mahasiswa jurusan ekonomi pembangunan semester 7 di Universitas Palangka Raya, adalah penjaga gerobak kopi keliling “Kopi Satset” ini. Sambil mengisi waktu di masa penyusunan skripsi tentang lingkungan hidup atau sumber daya alam, Gabriel bekerja menjaga gerobak kopi ini.

"Masih kuliah, sambil menyusun skripsi sambil kerja ini. Karena sudah semester 7 ini sudah tidak ada mata kuliah reguler, hanya skripsi jadi saya ambil sambilan," tuturnya.

Menurut Gabriel, kantor pusat “Kopi Satset” berada di Banjarmasin. Di Palangka Raya sendiri, terdapat lima armada gerobak kopi keliling. Selain di depan Pasar Mini Jalan Yos Sudarso, gerobak lainnya dapat ditemukan di depan TVRI, di Jalan RTA Milono, di Bundaran Besar depan kantor Dinas Pendidikan Provinsi, dan di Jalan Diponegoro.

"Lumayan lah, yang saya jaga ini mampu menjual paling sedikit 50 cup kopi per hari, meskipun belum mencapai seratus cup per hari," bebernya.

--page

Sistem gaji yang diterima Gabriel di “Kopi Satset” adalah gaji tetap per bulan, dengan bonus tambahan jika cabang Palangka Raya berhasil memenuhi target bulanan.

"Lumayan buat jajan," tuturnya sumringah.

Gabriel mengungkapkan bahwa gerobak yang dijaganya bisa menyumbang hingga 25 juta rupiah pendapatan bagi kantor pusat setiap bulannya. Hal ini menunjukkan potensi bisnis kopi keliling yang cukup menjanjikan di Palangka Raya.

"Kopi keliling ini harapannya bisa memberikan alternatif bagi warga yang ingin menikmati kopi dengan harga terjangkau karena mulai Rp8.000 per cup dan mudah dijangkau karena kan ada di beberapa titik," kata Gabriel.

Dengan berbagai varian rasa dan harga yang bersahabat, “Kopi Satset” berhasil menarik minat banyak pelanggan.

Keberhasilan “Kopi Satset” di Palangka Raya juga tidak lepas dari strategi pemasaran yang efektif dan pelayanan yang ramah. Gabriel dan rekan-rekannya selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan.

Dengan semakin banyaknya gerobak kopi keliling yang bermunculan, persaingan di bisnis ini semakin ketat. Namun, Gabriel optimis bahwa “Kopi Satset” akan terus berkembang dan menjadi pilihan utama bagi pecinta kopi di Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/Y)