BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebangau Cast Fishing, turnamen memancing yang diadakan di Sungai Sebangau, Palangka Raya, sukses menyedot perhatian para pemancing dari berbagai daerah.
Turnamen ini memperebutkan gelar juara untuk kategori ikan terberat, kerandang terberat, dan Jackpot Toman.
Lokasi turnamen, yang berjarak dua jam perjalanan ke hilir Sungai Sebangau, menjadi daya tarik tersendiri.
Peserta berasal dari berbagai wilayah, termasuk nasional, Kalimantan Selatan, Kapuas, Sampit, Gunung Mas, dan Barsel. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dengan penuhnya kuota pendaftaran hanya dalam waktu dua jam.
Hadiah yang ditawarkan pun cukup menggiurkan, dengan total hadiah mencapai jutaan rupiah. Juara pertama berhak mendapatkan uang tunai Rp 6 juta, tropi, dan piagam.
Juara kedua dan ketiga masing-masing mendapatkan Rp 4 juta dan Rp 2 juta. Selain itu, terdapat doorprize bagi pemancing dengan Toman jackpot terberat, yang disediakan oleh sponsor Shimano berupa reel Shimano SLX senilai Rp 2 juta.
Turnamen ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pariwisata di Palangka Raya, khususnya wisata memancing di Sungai Sebangau.
"Harapannya ke depannya agar lebih maju wisata kita lebih diperhatikan karena wisata kita ini yang unik jadi perlu diperhatikan pemerintah," ujar Nurul Mubarak, Ketua Panitia Sebangau Cast Fishing, Minggu 3 November 2024.
Lebih dari sekadar turnamen, Sebangau Cast Fishing juga menjadi wadah untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian sungai.
"Dari pikiran kita untuk visi misi sebagai contoh mengedukasi masyarakat agar mencintai memelihara sungai, karena sungai menjadi sumber hidup bagi masyarakat," tambah Nurul.
Turnamen ini sukses digelar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat, Sebangau Cast Fishing diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menarik minat para pemancing, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
"Tahun depan kita usahakan ada lagi dan masuk dalam agenda ulang tahun Kota Palangka Raya," tutup Nurul. (PATHUR/R)









