BORNEONEWS, Pulang Pisau - Petani tambak ikan di Pulang Pisau mengeluh keslitan memasarkan hasil panen. Masalah pemasaran hasil tambak ikan masih menjadi persoalan serius di Kecamatan Kahayan Kuala. Posisi wilayah di daerah Pesisir menjadi keuntungan tersendiri, dan terkenal dengan potensi ikan, bahkan menjadi pemasok ikan untuk wilayah Pulang Pisau, Kapuas, bahkan Kalimantan Selatan.

”Mulai dari Ikan bawal, tenggiri, Patin, Peda, Udang Galah hingga ikan Lobster adalah contoh ikan yang mudah ditemukan, dan sebagaian mulai dibudidayakan masyarakat di sini,” kata Faisal, salah satu pembudidaya ikan di Desa Sangian Kecamatan Kahayan Kuala, Minggu (4/9/2016).

Masyaraka Kahayan Kuala kata Faisal mayoritas masyarakat adalah nelayan dan pengusaha tambak ikan. Sayangnya, potensi hasil perikanan yang melimpah tersebut, tidak diikuti dengan fasilitas pendukung untuk memasarkan hasil, karena masalah infrastruktur.

“Banyak sekali jalan yang rusak ketika akan menuju tambak-tambak milik para pembudidaya Ikan, salah satunya tambak Udang Galah milik kami seluas 40 hektar di desa Sangiang, Kecamatan Kahayan Kuala salah satunya,” ujar pria yang kerap disapa Haji Faisal ini.

Dia mengatakan dari pusat Kecamatan Bahaur ke lokasi tambak di desa sangiang, jalan dan jembatannya rusak parah. Lokasi yang terparah yaitu di Jalan Sei Mangguruh. “Mobil tidak bisa masuk hanya jalan setapak untuk dilalui motor saja. Karenanya itu kita kesulitan jual ikan saat sudah masuk panen. Solusinya biar tidak merugi, terpaksa dilepas ke tengkulak yang ngambil dari perairan Banjarmasin,"  keluh Faisal.

Bahkan Harga lobster yang juga dibudidayakan oleh masyarakat setempat yang umumnya bisa tembus harga Rp 300 ribu terpaksa dijual murah menjadi 100 ribuan saja. “Udang galah jadi  murah dimana yang dipasaran mencapai 150 ribu hanya dilepas 80 ribu, udang galah ukuran sedang juga saat ini berkisar di harga 70 ribu namun ambil ditambak hanya 35 ribu,” imbuhnya.

Meski sudah banting harga kata Faisal jarang ada juga yang ambil, karena pengepul mengeluhkan  lokasi pengambilan yang cukup jauh dengan kondisi medan yang sulit akses kendaraan,. “Saat mengambil mereka ambil sekaligus panen tambak-tambak lain disini, padaha kita sebenarnya mengincar pasar ikan di Palangkaraya, karena peminat ikan-ikan lobster atau udang katanya tinggi,” ujar Faisal.

Dia mengatakan harapan masyarakat penambak di Desa Sangiang agar pihak Pemkab melalui dinas terkait bisa segera memfasilitasi pembudidaya ikan disini agar bisa memasarkan hasil panennya dengan harga yang sepantasnya. “Hasilnya juga harapan kita bisa beredar merata, dan hasil panen bisa terangkut ke pasar-pasar yang kita harapkan,” harapnya. (JAMES DONNY/N).