BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah kabupaten Lamandau memastikan tidak akan absen untuk berpartisipasi aktif pada musim kurban Lebaran Idul Adha 1437 H kali ini. Ini seiring rencana pemkab menyebar hewan kurban jenis sapi bagi masyarakat di sejumlah daerah.

"Pada perayaan Hari Idul Adha 2016 ini pemkab dipastikan akan kembali menyebar sejumlah hewan kurban bagi masyarakat," kata  Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra) Setda Lamandau, H. Abdul Kohar, saat dikonfirmasi, Minggu (4/9/2016).

Disinggung perihal berapa jumlah hewan kurban yang akan disebar di musim haji kali ini, Abdul Kohar mengaku belum dapat memastikan berapa jumlah persis. Namun, kata dia, hingga saat ini pemkab sudah menyiapkan sedikitnya delapan hewan kurban jenis sapi yang sudah dalam kondisi siap untuk disebar.

"Untuk jumlah persisinya masih belum dapat dipastikan, hanya saja saat ini telah ada delapan hewan kurban jenis sapi yang sudah kita disiapkan," tuturnya.

Ia juga meyakini, jumlah hewan kurban tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring dekatnya Hari Raya Idul Adha. Terlebih jika menengok pengalaman di musim kurban tahun-tahun sebelumnya. Pada 2015 pihak pemkab menyiapkan sedikitnya enam ekor hewan kurban, tapi hingga saat akan didistribusikan ke masyarakat hewan kurban yang terkumpul mencapai 17 ekor, meliputi 6 ekor hewan kurban dari pemkab serta belasan sisanya merupakan sumbangan dari pihak dunia usaha yang menyalurkan hewan kurban bagi masyarakat melalui pemkab.

"Untuk penerimanya masih belum kita tentukan, karena kami baru akan merpatkannya dalam waktu dekat ini," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Lamandau Sunarto, melalui Kabid Peternakan, Erdiman Purba, menyebutkan, sejak beberpa pekan terakhir pihaknya telah melakukan pemeriksaan sejumlah hewan kurban milik masyarakat yang akan dijadikan hewan kurban pada Idul Adha kali ini.

Menurutnya, tidak kurang dari 30 ekor sapi yang telah pihaknya periksa hingga saat ini, kesemuanya dipastikan bebas dari penyakit menular dan layak untuk disembelih.

Selebihnya, ia juga mengakui bahwa jenis hewan kurban yang tersebar di masyarakat masih didominasi dengan hewan qurban yang sengaja didatangkan dari luar daerah. Dimana, kata dia, hewan qurban dengan jenis sapi madura masih menjadi primadona. (HENDI NURFALAH/m)