BORNEONEWS, Nanga Bulik – Dalam debat publik perdana yang digelar di studio Metro TV, Jakarta, calon Bupati nomor urut 1, Hendra Lesmana menyebut jika pada periode pertama masa kepemimpinannya, tingkat pertumbuhan ekonomi naik signifikan, sementara tingkat kemiskinan mengalami tren menurun.
“Kita lihat Lamandau dalam angka, pada periode pertama lalu, tingkat kemiskinan di Kabupaten Lamandau terendah se-Provinsi Kalimantan tengah,” beber Hendra, Minggu 3 November 2024.
Diketahui, perkembangan persentase penduduk miskin dalam lima tahun terakhir di Kabupaten Lamandau dalam tren turun.
Dari yang semula kemiskinan sebesar 3,95 persen menuju ke 3,25 persen. Bahkan sempat menyentuh angka 3,12 persen pada 2022.
“Artinya geliat ekonomi, upaya untuk menggulirkan ekonomi, itu sudah dilakukan secara maksimal. Parameternya jelas, tolak ukurnya sudah sangat jelas,” ujarnya.
Oleh karena itu pihaknya akan terus mendorong dan menumbuhkan landasan-landasan kinerja yang telah dilakukan semasa kepemimpinannya pada periode pertama.
Menurutnya, apa yang telah dilakukan tersebut telah sesuai dengan trek dan parameternya sudah cukup bagus.
“Bahkan kami berhasil meraih peringkat satu dalam menekan kemiskinan,” sebutnya.
Sementara itu, pada masa kepemimpinan Bupati Hendra Lesmana, Pemerintah Kabupaten Lamandau berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah itu, dengan laju pertumbuhan di atas rata-rata. Yakni mencapai 6,45 persen pada tahun 2022.
Jumlah tersebut merupakan tertinggi dari pertumbuhan ekonomi kabupaten kota se Kalimantan Tengah. Bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalteng yang berada di angka 6,13 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,67 persen. Kondisi tersebut merupakan imbas dari perbaikan lapangan kerja yang tumbuh positif.
Menanggapi kondisi tersebut, Hendra mengaku jika hal itu bisa dicapai dengan langkah-langkah percepatan pertumbuhan perekonomian yang jelas dan terukur melalui berbagai kebijakan, salah satunya dengan melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi melalui intervensi kepada pelaku UMKM di Kabupaten Lamandau.
“Implikasi dari intervensi menggerakkan pelaku UMKM tersebut berkorelasi dengan capaian tumbuhnya ekonomi di Kabupaten Lamandau serta terciptanya lapangan kerja baru, dan ini akan terus kita upayakan dengan berbagai perbaikan,” pungkasnya. (HENDI NURFALAH)









