KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, melalui Majelis As Syifa telah mengadakan kegiatan siraman rohani bertema Bahaya Ghibah yang dihadiri oleh karyawan dan karyawati RSUD.

Kegiatan ini dipimpin oleh M. Shaleh, seorang rohaniawan di RSUD Kapuas,
dengan tujuan memberikan pencerahan spiritual dan memperkuat kesadaran akan dampak negatif dari perilaku ghibah.

"Kegiatan ini tentunya didukung oleh anggota Majelis As Syifa serta jajaran Direksi dan SMF RSUD," katanya, Senin, 4 November 2024.

Acara tersebut menghadirkan Ustadz Fahruraji Bin Muhyar Bin KH. Gurdan Hadi sebagai penceramah utama, yang mengupas bahaya ghibah bagi individu maupun lingkungan kerja.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Fahruraji menjelaskan bahwa ghibah, atau membicarakan aib orang lain tanpa sepengetahuan mereka, merupakan tindakan yang diharamkan dalam Islam.

Meskipun informasi yang dibicarakan benar, tindakan tersebut tetap merugikan orang lain dan berpotensi menimbulkan fitnah.

Terlebih di era modern ini, kemajuan teknologi memudahkan penyebaran informasi negatif yang secara halus bisa merugikan banyak pihak.

Ustadz Fahruraji menyampaikan firman Allah SWT dalam Surat An-Nur Ayat 19 dan Surat Al-Hujurat Ayat 12 yang memperingatkan umat Islam untuk menjauhi tindakan bergunjing dan mencari-cari kesalahan orang lain.

Salah satu ayat tersebut menegaskan bahwa mereka yang menyebarkan keburukan orang lain akan mendapat ancaman siksa di dunia maupun akhirat.

Kendati demikian, beliau juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa pengecualian ghibah yang diperbolehkan, seperti dalam kasus mengadukan kezaliman kepada pihak berwenang, meminta fatwa dari ahli agama, atau memperingatkan orang lain tentang individu yang terang-terangan melakukan kemaksiatan demi menghindari dampak buruk.

Hal-hal ini diatur dalam syariat untuk tujuan kemaslahatan, bukan untuk menyakiti atau merugikan orang lain.

Di akhir tausiyah, Ustadz Fahruraji mengajak seluruh peserta untuk introspeksi diri dan saling memaafkan agar terhindar dari perilaku ghibah, sehingga tindakan dan tutur kata kita mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

"Semoga tausiyah ini dapat mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati dalam menjaga lisan dan memupuk sikap saling menghargai," ucapnya. (DODI/R)